Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Datang Ke Malut, Bawaslu Pastikan PSU Pilgub Tak Ada Masalah

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 10:38 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara pada 17 Oktober 2018 menggelar pemungutan dan penghitungan suara ulang (PSU), agar tidak mengalami permasalahan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta jajaran melakukan pengawasan.

Hal itu menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dilaksanakannya PSU di enam desa dan dua kecamatan pada pemilihan gubernur (Pilgub) Maluku Utara.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan tim ke masing-masing lokasi untuk memastikan kegiatan penyelenggaraan PSU di Provinsi Maluku Utara tetap berjalan aman dan lancar.


Fritz menambahkan, Bawaslu Provinsi Maluku Utara juga mengirimkan tim khusus, di mana ada wartawan atau media dan pemantau.

"Kalau melihat suasana di lapangan, sepertinya kami tidak menemukan hal-hal sebagaimana dimaksud," kata Fritz kepada wartawan di kantor Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Seperti diketahui, KPU secara resmi telah menetapkan Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar sebagai pemenang Pilgub Maluku Utara dengan perolehan 176.993 suara.

Mereka unggul atas pasangan petahana Abdul Gani Kasuba-Al Yasin Ali yang memperoleh 160.815 suara yang ada di peringkat kedua.

Sementara di peringkat ketiga dan empat ada pasangan Burhan Abdurahman-Ishak dan Muhammad Kasuba-Madjid Husen dengan masing-masing 143.416 dan 65.202 suara.

Namun, MK memerintahkan KPU Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan PSU dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara. Alasannya, telah terjadi ketidakakuratan penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemungutan suara di enam desa dan dua kecamatan tersebut.

Adapun, permohonan ini diajukan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali. [jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya