Berita

Jokowi/Net

Bisnis

Tersesat Dalam Pasar Bebas, Pidato Jokowi Tak Selesaikan Masalah

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 07:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan tahunan IMF-WB di Bali beberapa hari lalu tidak menyelesaikan masalah perekonomian baik nasional maupun global di mana tersesat dalam sistem pasar bebas.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/10).

“Sodoran Jokowi itu tidak menyelesaikan masalah-masalah yang ada saat ini akibat tersesat dalam sistem ekonomi pasar bebas,” ungkap Ichsan.


Pengamat yang dikenal kritis ini menyebut pasar bebas yang hakikatnya berbasiskan konflik merupakan buah dari sistem materialisme yang juga induk dari kapitalisme.

“Sebenarnya sistem itu sudah gagal dan sebenarnya barat juga sudah mengalami keputusasaan,” ujarnya.

Sambung dia, hal itu pernah disampaikan oleh Robert J Shiller, pemenang nobel ekonomi tahun 2013 dan Jeffrey D Sachs yang menyebut situasi ekonomi global kekinian sebagai wujud putus asanya Barat dalam menghadapi krisis sejak 2008.

“Jadi kesalahan Jokowi dan penulis naskah pidato Jokowi yang di dalamnya merujuk Games of Thrones tidak melihat itu semua,” pungkasnya. [jto]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya