Berita

Trump/Net

Global

Dugaan Pembunuhan Jamal Khashoggi, Trump Utus Menlu Temui Raja Salman

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 06:36 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan terbang menuju Riyad, Arab Saudi, untuk menemui Raja Salman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menugaskan Pompeo menemui Raja Salman untuk membahas tentang kasus terbunuhnya wartawan veteran Jamal Khasoggi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Trump kepada wartawan, Senin (15/10) di Washington DC, AS.


Sebelum menugaskan Menlu Pompeo bertolak menuju Arab Saudi, Trump sudah terlebih dahulu berbicara melalui sambungan telepon dengan Raja Salman yang membantah keterlibatan Arab Saudi dalam kasus pembunuhan Khasoggi.

Atas perintah Trump, maka hari ini Pompeo akan berangkat menuju Riyadh, Arab Saudi.

Rencana keberangkatan Pompeo diumumkan Kementerian Luar Negeri AS pada hari Senin (15/10).

Mengutip pemberitaan BBC, wartawan Jamal Khashoggi terakhir kali tampak terlihat hendak mengurus surat-surat di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, tanggal 2 Oktober lalu.

Tapi sejak itu ia tidak pernah tampak keluar lagi.

Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan pemerintah Turki memiliki rekaman suara dan video yang menurut mereka membuktikan bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat Saudi saat ia hilang.

Pejabat AS dan Turki mengatakan rekaman itu menunjukkan tim keamanan Saudi menahan Khashoggi saat ia mengambil dokumen untuk kelengkapan pernikahannya.

Ia kemudian dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong.

Arab Saudi menyanggah terlibat dalam hilangnya Khashoggi.

Jamal Khashoggi meniti karier sebagai seorang reporter ketika dia sudah berteman dengan Osama bin Laden, sampai kemudian menjadi pembangkang terkemuka Arab Saudi yang harus meninggalkan negaranya.

Sebelum hilang di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, keputusan Khashoggi untuk mengasingkan diri membuatnya harus membagi waktunya antara Amerika Serikat, Inggris dan Turki.

Dia meninggalkan Arab Saudi pada bulan September 2017, setelah berbeda pendapat dengan penguasa kerajaan Arab Saudi. [jto]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya