Berita

Politik

Prabowo-Sandi Ditantang Balik Jelaskan Alternatif Pembangunan Ekonomi Tanpa Utang

JUMAT, 12 OKTOBER 2018 | 21:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi tingginya utang negara digunakan sebagai bahan serangan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau Pak Jokowi dikritisi soal utang dalam membangun ekonomi oleh mereka, lah kan kita ingin mendengar alternatif pembangunan ekonomi yang tanpa utang itu seperti apa," ujar Wakli Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, di komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (12/10).

Menurut Arsul, tidak pernah para pentolan kubu Prabowo-Sandi menjabarkan konsep ekonomi yang diyakini benar secara komperhensif. Sehingga apa yang mereka suarakan terkesan mengawang-awang dan hanya mencibir pemerintah.


"Jadi buat gantinya utang apakah rakyatnya diminta iuran setiap hari Jumat atau seperti apa? Itu yang ingin kita dengar," selorohnya.

Sekjen PPP itu mengatakan sejauh ini hanya melihat narasi yang disampaikan oleh tim Prabowo-Sandi termasuk oleh Prabowo sendiri hanya berisi ketakutan-ketakuan di tengah masyarakat.

"Jadi bukan dengan menakut-nakuti rakyat mulai dari Indonesia akan bubar, Indonesia akan punah, kemudian sistem perekonomiannya yang kacau. Lah terus seperti apa seharusnya," tandas Arsul.[dem]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya