Berita

Foto: Puspen TNI

Pertahanan

Prajurit TNI Ajak Bermain Anak-Anak Korban Gempa Di Palu

JUMAT, 12 OKTOBER 2018 | 08:58 WIB | LAPORAN:

Di sela proses evakuasi dan pencarian korban termasuk pendistribusian bantuan logistik, para prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Kosatgasgabpad) juga melaksanakan trauma healing.

Di tempat pengungsian Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad memberikan hiburan dan pelajaran kepada anak-anak korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Belasan anak-anak di tempat pengungsi tersebut tampak asyik bermain dan mewarnai bersama para prajurit TNI. Mereka sepertinya sejenak melupakan duka yang dirasakan pasca bencana gempa dan tsunami. Tampak pula, beberapa prajurit TNI tengah membacakan dongeng di depan anak-anak.


Prajurit TNI tersebut dengan penuh kesabaran memberikan pelajaran kepada anak-anak dengan mengajak menggambar dan mewarnai. Aktivitas bermain bersama anak-anak pengungsi bertujuan untuk membantu mengurangi rasa trauma yang dialami saat mereka merasakan gempa bumi.

"Kegiatan mengajak bermain anak-anak ini setidaknya bisa mengurangi rasa traumanya. Anak-anak ini logikanya belum jalan, hanya merasa, dan jika rasa dikembalikan kepada senang, happy, maka anak-anak ini lupa dengan kejadian yang mereka alami," kata salah seorang prajurit TNI mengutip rilis Puspen TNI yang diterima redaksi, pagi ini (Jumat, 12/10).

Melalui kegiatan tersebut, seluruh anak yang berada di pengungsian dibuat tersenyum lepas dan sesekali tertawa terbahak-bahak dari gambar yang mereka warnai, seolah-olah tidak memiliki duka dan beban akibat bencana gempa bumi dan tsunami.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya