Berita

Mahyudin/Rep

Belajar Yang Rajin, Jangan Ikut-ikutan Perang Kebencian Karena Beda Pilihan

SELASA, 09 OKTOBER 2018 | 16:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Banyak sekali orang-orang yang awalnya tidak terkenal kemudian menjadi hebat dan menjadi seorang tokoh dunia seperti mendiang Steve Jobs seorang pebisnis dan penemu ulung pendiri teknologi Apple dan CEO Apple Inc.

Apple Inc adalah sebuah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasarnya senilai 800 miliar dolar AS bahkan tembus 1 triliun dolar AS. Hanya satu orang mampu menjadi tokoh bisnis yang luar biasa.

Namun, sayangnya Steve Jobs bukanlah warga Indonesia dan bukan pebisnis Indonesia dan bukan pejuang ekonomi Indonesia. Indonesia belum sampai memiliki pejuang ekonomi yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar itu. Inilah saatnya generasi muda Indonesia bangkit dan mampu menjadi salah satu pejuang ekonomi besar seperti Steve Jobs.


Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin di hadapan ratusan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, Selasa (9/10).

"Bayangkan kalau kita punya pengusaha seperti itu. Tapi, alhamdulillah Indonesia sudah memulai dengan munculnya perusahaan Gojek dengan nilai kapitalisasi pasarnya senilai 1 miliar dolar AS. Selain Gojek ada Tokopedia yang nilai kapitalisasinya juga besar," katanya.

Mahyudin berharap, seluruh elemen rakyat Indonesia terutama generasi muda harus menyadari hal tersebut bahwa negara-negara maju di dunia berlomba-lomba melahirkan pebisnis-pebisnis atau pejuang-pejuang ekonomi tangguh.

Bukan malah sibuk apalagi memasuki tahun politik dengan saling mencibir, menyebarkan berita hoax, perang hastag dan saling serang fitnah hanya karena beda pilihan.

"Sekarang sudahlah, kita buang kebiasaan-kebiasaan negatif tersebut. Mulailah berpikir bersama-sama untuk bagaimana caranya melahirkan pejuang-pejuang ekonomi Indonesia yang hebat bahkan mengalahkan Steve Jobs. Inilah peran generasi muda bangsa yang merupakan harapan bangsa ke depan. Belajar yang rajin dan jangan ikut-ikutan perang kebencian karena beda pilihan," ujarnya. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya