Berita

Foto/Net

Nusantara

Mendagri: Yang Benar, Dibeli Aparat Dibagikan Ke Korban

MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 | 19:47 WIB | LAPORAN:

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membantah berita yang menyebut pemerintah mengijinkan masyarakat di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, menjarah mini market.

Tjahjo mengklarifikasi bahwa dirinya berinisiatif usulkan agar aparatur pemerintah di Sulteng memborong makanan dan minuman untuk diberikan secara gratis kepada masyarakat korban bencana.

"Pak dibeli pak, kita gotong royong. Gitu saja. Saya saja borong kok. Toko-toko itu tutup, tidak ada yang buka. Itu masalahnya," ujarnya saat wawancara di salah satu stasiun televisi nasional, Jakarta, Minggu (30/9).

Hal itu disampaikan Tjahjo sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian Mendagri setelah melihat langsung di lapangan. Dan melihat kondisi pasien yang hanya diberi makan satu sendok.
Hal itu disampaikan Tjahjo sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian Mendagri setelah melihat langsung di lapangan. Dan melihat kondisi pasien yang hanya diberi makan satu sendok.

Tjahjo menuturkan, hal itu dilakukan secara spontan karena terbatasnya akses pemberian bantuan ke daerah terdampak bencana gempa dan tsunami pada Jumat (28/9).

Ribuan warga mengungsi. Sementara korban tewas akibat kejadian tersebut terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sejauh ini sebanyak 821 korban tewas ditemukan di Palu, dan 11 lainnya ditemukan di Donggala.

"Itu hanya hari Sabtu, hanya hari Sabtu saja, untuk membeli. Karena sekarang sudah jalan, itu (pembelian) saya sampaikan dalam rapat resmi kok," tukas Tjahjo. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya