Berita

Yani Wahyu P/RMOL

Nusantara

Satpol PP Jaga Ketat Pulau Reklamasi Sejak Penyegelan Perdana

SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 | 09:44 WIB | LAPORAN:

. Usai pencabutan izin total proyek Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta, Rabu (26/9), personel Satpol PP DKI Jakarta terus melakukan penjagaan ketat di lokasi.

Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu P mengatakan, sebenarnya penjagaan tersebut sudah dilakukan pada saat penyegelan pertama bulan Juli 2018 lalu.

Sejak penyegelan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengawasan dan Yanu belum memerintahkan untuk menarik anggota dari lokasi tersebut.


"Selama ini kan kita selalu jaga, sampai sekarang kita jaga. Kalau ada yang bilang kita tidak jaga, wah tidak benar itu. Ayo kita buktikan di lapangan," kata Yani di Balaikota DKI, Jumat kemarin (28/9).

Yani menegaskan, terus mengerahkan anggotanya guna mengawal empat pulau yang sudah rampung dibangun yakni C, D, G dan N.

"Dari 17 pulau 13 yang tidak direkomendasi, 4 sudah jalan. Nah, yang 4 ini yang ada fisiknya kita jaga. Kalau yang 13 kan angin, kagak ada apa-apa hanya ada administrasi," tuturnya.

Dalam pengawasan, Yani menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan selama 24 jam dan dibagi dalam tiga shift dengan penjagaan 10 anggota per shiftnya.

"Kalau dia melakukan kegiatan, kita akan hentikan, sekarang kan tidak ada. Yang empat ini tidak boleh ada pembangunan, sampai ada perintah lebih lanjut. Jadi kita bagi tiga shift, satu shift itu 10 orang kita tempatkan di ujung jembatan pulau D. Dan sekali-kali dia masuk ke dalam," terangnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya