Berita

Joko Widodo/Net

Nusantara

Tidak Mau Lama-lama, Jokowi Berharap Tol Depok-Antasari Rampung 2019

JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 | 03:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Depok-Antasari seksi 1 sepanjang 5,8 kilometer mulai dari Antasari sampai Brigif/Cinere, di Gerbang Tol Cilandak Utama, Jakarta Selatan, Kamis (27/9).

Pembangunan ruas tol Depok-Antasari terbagi menjadi 3 seksi, pertama ruas Antasari Brigif/Cinere sepanjang 5,8 km, kedua ruas Brigif-Sawangan sejauh 6,30 km, dan ketiga ruas Sawangan-Bojong Gede sepanjang 9,5 km sehingga panjang total ruas tol Depok Antasari keseluruhannya mencapai 21,60 km.

Dalam sambutannya, Jokowi mengharapkan, peresmian jalan tol Antasari-Depok seksi 1 nantinya akan mempercepat mobilitas orang dan mobilitas barang dari Jakarta menuju ke Depok.


Jokowi juga mengapresiasi kerja sama antara swasta dan BUMN, PT CMNP, PT. Pembangunan Perumahan (PP) dan juga Waskita Karya dalam membangun seksi 1 ruas tol Depok-Antasari itu.

"Kalau kerjasama seperti ini terus dilakukan atau swasta dan BUMN saya kira percepatan pembangunan jalan tol yang ada di Tanah Air ini akan semakin cepat bisa diselesaikan," katanya dilansir dari lama Setkab.

Dengan peresmian jalan tol Antasari Depok seksi 1 ini, Jokowi berharap keseluruhan jalan tol Depok-Antasari bisa diselesaikan tahun 2019.

"Jangan lama-lama," ucap Presiden Jokowi menyinggung pidato Tito Sulistio (Dirut PT CMNP) yang mengatakan, yang sampai Sawangan selesai 2021, demikian juga yang sampai Bogor selesai 2021.

Selanjutnya, dengan ucapan Bismillahirramanirahim, Jokowi meresmikan jalan tol Antasari Depok Seksi 1, dan kemudian berkesempatan mencoba jalan tol sepanjang 5,8 km itu.

Dalam kesempatan itu hadir antara lain Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya