Berita

Syaiful Afandi/RMOLBengkulu

Nusantara

2 Rumah dan 2 Bedeng Warga Bengkulu Hangus Dilalap Api

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 14:00 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

. Kebakaran melanda pemukiman warga di jalan Kebun Teratai, Kelurahan Kebun Kiwat, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Kamis (27/9). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua rumah dan dua bedengan warga hangus dilalap si jago merah.

Seperti dilansir Kantor Berita RMOLBengkulu, kobaran api mulai terlihat dari salah satu rumah warga sekitar pukul 09.00 WIB. Api kemudian menjalar dan menghanguskan 2 rumah dan 2 bedengan warha.

"Kobaran api dan kepulan asap mulai terlihat kira-kira pukul 09.00 WIB dari rumah belakang, kemungkinan disebabkan karena konsleting listrik. Untunglah satu unit mobil toyota Etios berhasil diselamatkan," ungkap Ema (40), saksi mata saat kebakaran terjadi.

Adapun rumah rumah dan 2 bedengan yang terbakar adalah milik meri (50),. Sedangakan satu buah rumah lainnya milik Ujang (80).
Adapun rumah rumah dan 2 bedengan yang terbakar adalah milik meri (50),. Sedangakan satu buah rumah lainnya milik Ujang (80).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Syaiful Afandi mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran karena konsleting arus pendek.

“Tadi kita sudah kerahkan 12 unit mobil pemadam untuk memadamkan api, api baru bisa dijinakkan setelah menghanguskan 2 rumah dan 2 bedeng milik warga. Untuk sementara ini kita duga penyebabnya adalah konsleting arus pendek listrik," terang dia

Syaiful menambahkan, sepanjang tahun 2018 ini sudah 77 rumah yang terkena musibah kebakaran. Ia menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati- hati dan mengontrol instalatsi listrik secara berkala.

"Sepanjang tahun 2018 ini saja kurang lebih 77 rumah yang terkena musibah kebakaran, penyebabnya selalu sama yaitu konsleting arus pendek listrik. Jadi kita himbau kepada masyarakat supaya memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk memastikan sambungan listrik aman," tandas Syaiful. [yls]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya