Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

BNN Temukan 50 Ribu Pengguna Narkoba Di Bali

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN:

Indonesia sedang mengalami masalah darurat narkoba.

Hal itu yang membuat pemerintah mengadakan pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) pada 24-26 September di Grand Mega Hotel Bali.

"Peredaran narkoba semakin menggila, tidak hanya di kota saja tetapi telah masuk ke desa-desa. Bahkan menurut data Badan Narkotika Nasional, peredaran narkoba sudah masuk ke pelosok-pelosok hutan di Kalimantan, Sumatera dan lainnya," jelas Asdep Bidang Kepemudaan dan Olah Raga Kemenko PMK Alfredo dalam keterangannya, Selasa (25/9).


Kepala BNN Bali Brigjen I Putu Gede Suastawa mengatakan bahwa di wilayahnya ada sekitar 50 ribu pengguna narkoba. Saat ini pemerintah setempat tengah berupaya kuat melakukan pemberantasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan desa adat.

"Kami sedang melakukan upaya pemberantasan. Dimulai dari aparatur pemerintah dengan program tes urine dan akan ditindak tegas bagi yang positif," ungkapnya dalam materi diskusi tentang Pengetahuan Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi.

"Selain itu, kami juga melakukan kerja sama dengan desa adat di seluruh Bali untuk melakukan pengawalan dan pendampingan korban penyalahgunaan narkoba. Regulasinya sudah diatur oleh perda, di mana setiap desa diwajibkan membentuk relawan," tambah Gede Suastawa.

Relawan dari desa adat diberi wewenang untuk memberi sanksi bagi penyalahguna narkoba. Tetapi bagi pengguna narkoba yang sukarela melaporkan diri akan difasilitasi oleh BNN untuk mendapat rehabilitasi, bebas hukuman dan dijaga kerahasiaannya.

Adapun, pelatihan KIPAN yang ditujukan bagi generasi muda telah diselenggarakan selama tiga tahun. Pada tahun ini, ada tiga pelatihan dicanangkan yaitu di Aceh, Bali, dan Jakarta. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya