Berita

Perahu nelayan Pagurawan/RMOL

Nusantara

Dilarang Melaut, Ribuan Nelayan Pagurawan Terancam Kelaparan

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 17:46 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sejak 10 hari lalu sejumlah pukat jenis sandong, layang, gerandong dan tarik yang menjadi andalan nelayan Pagurawan, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dilarang melaut.

Larangan itu terkait adanya Permen Kelautan yang melarang empat jenis pukat itu beroperasi. Alasannya merusak habitat laut.

Akibatnya, ribuan nelayan Batubara dan keluarganya terancam kelaparan. Sebab sudah 10 hari mereka tidak boleh melaut karena adanya pelarangan dan ancaman penangkapan dari aparat penegak hukum.


M. Nasar (50), warga Kelurahan Sidomulyo mengaku berpindah profesi menjadi ojek motor. Hal ini dilakukanuntuk bertahan hidup, karena tak bisa melaut.

"Tadi saya antar uang 10 ribu ke rumah hasil ngojek nyuruh untuk beli beras. Biar keluarga bisa makan. Kami sudah susah hidup gara-gara dilarang melaut," kata Nasar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/9).

Sedangkan Khairul, mengaku tidak tahu harus berbuat apa lagi karena menjadi nelayan adalah pekerjaan utamanya.

"Udah 10 hari tak melaut, ondak (mau) merokok aja susah," ungkap ayah tiga anak ini.

Ancaman sulitnya memenuhi kebutuhan hidup bukan saja dirasakan Nelayan yang sudah tidak bisa melaut. Sahrul, pengusaha penampung hasil nelayan, juga merasakan hal yang sama.

Dia menilai pelarangan yang dilakukan pemerintah tidak adil. Sebab melaut dengan pukat layang atau jenis lain yang dilarang tidak merusak habitat laut secara total, karena masih bisa diperbarui alam.

"Yang paling merusak habitat laut itu justru perusahaan besar di tepi laut yang bertebar di sekitar Pagurawan ini," beber Sahrul.

Mereka menilai Pemerintah tidak berlaku adil, karena hanya menghukum para nelayan tapi tidak menghukum perusahaan di tepi laut.

"Kerusakan laut akibat limbah bisa mencapai 6 mil laut dari tepi pantai. Inilah yang harusnya dipersoalkan," cetus nelayan M. Nasar.

Dampak larangan melaut ini juga berimbas kepada masa depan anak-anak mereka.

Kasek MTs Al Washliyah Pangkalan Dodek Mahyudanil, mengakui sudah banyak orang tua siswa yang datang minta anak mereka tidak terkena absen, jika tak masuk sekolah.

"Ini dampak larangan melaut itu," ujarnya.  ‎[nes]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya