Berita

Aksi Mahasiswa/RMOL

Politik

Ribuan Mahasiswa Turun Ke Jalan, Andrianto: Dejavu 1998

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 11:44 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Krisis ekonomi Indonesia sudah berada diujung mata. Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi, Senin (10/9).

Tampaknya Dejavu aksi 1998 yang tak bisa dihindari, gerakan mahasiswa menjadi pelopor kejatuhan Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto kala itu.

“Aksi kemarin membuat Dejavu 1998,” kata Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/9).


Sebabnya saat itu krisis ekonomi akibatkan rakyat semakin menjerit karena kenaikan sejumlah kebutuhan pokok berawal dari anjloknya nilai rupiah.

Andrianto menambahkan, aksi itu diikuti bukan puluhan atau ratusan. Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau turun ke jalan menuntut Presiden Joko Widodo mundur.

“Ini bukti mahasiswa masih ada nurani untuk kondisi bangsa,” ujarnya.

Aksi ribuan mahasiswa Riau ini digelar di depan Gedung DPRD Riau. Mahasiswa memenuhi jalan depan gedung wakil rakyat itu.

Para mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

Selain itu mahasiswa lengkap kenakan almamater ini juga menuntut stabilkan perekonomian bangsa, selamatkan demokrasi Indonesia, dan usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya