Berita

Bawaslu/Net

Nusantara

KIPP Minta Bawaslu RI Usut Dugaan Pemberian Hadiah Di Bawaslu Lampung

MINGGU, 09 SEPTEMBER 2018 | 23:39 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) meminta Bawaslu RI untuk turun tangan mengusut dugaan pemberian hadiah mobil kepada Bawaslu Provinsi Lampung.

"Jadi kalau memang ada dugaan pemberian hadiah mobil kepada Bawaslu Provinsi Lampung, Bawaslu Pusat harus segera turun tangan," kata Sekjen KIPP Kaka Suminta kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui sambungan telpon, Minggu (9/9).

Baca: Dugaan Pemberian Hadiah Mobil Kepada Bawaslu Lampung Harus Diusut


Kaka meminta Bawaslu RI harus segera mengusut dan telusuri dugaan pemberian hadiah mobil kepada Bawaslu Lampung karena itu sudah merupakan moral hazard.

Menurut Kaka Suminta, apapun dalihnya yang bersumber dari uang APBD/APBN tidak boleh kemudian memberikan keuntungan buat pengguna anggarannya.

"Adanya dugaan pemberian hadiah mobil kepada Bawaslu Lampung akan menimbulkan moral hazard apapun dalihnya," tegasnya.

Dia menambahkan, dugaan itu harus diusut walaupun telah dimasukan ke dalam barang milik negara. Sebab, mekanisme untuk memasukan sebagai barang milik negara juga tidak mudah.

"Kecuali dibekukan. Kalau Bawaslu menyebutkan dibekukan, maka kelebihan bunganya boleh digunakan. Tapi kan Bawaslu tidak ada pendapatan negara non pajak. Malah jadi kacau nanti di BPK," jelasnya.

Kaka Suminta pun menyoroti ketidakjelasan tentang penilaian perekrutan calon anggota Bawaslu daerah yang masih tidak transparan.

Dia mengatakan, di beberapa daerah perekrutan calon anggota Bawaslu yang tidak bagus tapi masih bisa masuk. Sementara bagi calon yang kualitasnya bagus tapi tidak lolos.

"Di situ kan juga ada ketidakjelasan tentang penilain. Beberapa nilai itu tidak diumumkan secara terbuka," ucap Kaka.

Menurutnya, ada ruang-ruang gelap yang menjadikan proses penilaian tidak transparan. Memang hal seperti itu tidak hanya terjadi di Bawaslu saja. Tapi juga banyak terjadi komplain saat rekrutmen anggota KPU daerah.

"Karena ada kelompok-kelompok seperti keagamaan, mahasiswa yang agak mendesak. Kebetulan di KPU dan Bawaslu ada kader-kadernya, nah kader-kadernya inilah kemudian yang saling nyantol," ungkapnya.

Kaka Suminta mengakui masih banyak masalah dalam penyelenggara pemilu. Lembaga penyelenggara pemilu ini tak mencerminkan demokrasi dalam rekrutmennya. Sebenarnya sejak pemilihan tingkat pusat suda ada masalah.

Kentalnya kelompok-kelompok masyarakat mendorong kader atau orang seringkali mengabaikan 'sistem merit'. Dan ini berlanjut sampai penyelenggara tingkat daerah. Yang paling potensial dari pola ini adalah soal moralitas dan independensi penyelenggara.

Hal ini tergambar dari kinerja dan kebijakan yang diambil oleh para penyelenggara seperti dugaan pemberian hadiah mobil kepada Bawaslu Provinsi Lampung. Termasuk kasus gratifikasi Bawaslu Kepri yang memberikan beberapa buah tas mahal kepada timsel.

"Banyaknya kasus lain yang dilaporkan ke DKPP seperti adanya tudingan penyiapan dalam rekrutmen penyelenggara dan lain-lain. Serta kasus kisruh KPU RI dan Bawaslu RI yang masih berlanjut. Ini harus menjadi warning bagi penyelenggara. Agar tak menjadi kendala untuk pelaksanaan pemilu yang sedang berjalan," demikian Kaka Suminta. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya