Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat didalam Al-Qur'an(12)

Mengapa Istri Nuh Disebut Pengkhianat?

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018 | 08:17 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

ADA dua perempuan (istri) yang secara eksplisit di da­lam Al-Qur'an disebut peng­khianat. Kedua perempuan itu ialah istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut. Keduanya dis­ebutkan dalam ayat: Allah membuat istri Nuh dan is­tri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat mem­bantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke ner­aka bersama orang-orang yang masuk (neraka)". (Q.S. al-Tahrim/66:10).

Dalam ayat lain dipertegas lagi: : Allah mem­buat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka ked­ua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (ke­pada keduanya); "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)". (Q.S. al- Taubah/66: 10).

Di dalam berbagai kitab tafsir dijelaskan bah­wa pengkhianatan istri Nuh bukan melakukan perbuatan yang tidak senonoh (al-fahsya) tetapi tauhidnya yang menyimpang. Kedua istri Nabi itu bukan pezina atau perempuan nakal secara moral tetapi akidah yang diyakininya.


Batu ujian bagi setiap hamba Tuhan berma­cam-macam. Ujian bagi Nabi Nuh dianugera­hi anggota keluarga yang pengkhianat. Anak laki-lakinya keras kepala yang sampai Al- Qur’an menyebutnya "Itu bukan keluargamu" (Q.S.Hud/11:47). Selain anaknya istrinya, yang dalam kitab-kitab Tafsir disebut Wa’ila atau Waliga, juga disebut pengkhianat, sebagaima­na dikatakan dalam Al-Qur'an di atas.

Nabi Nuh yang dikenal juga sebagai "Bapak manusia Kedua" (Abu al-Basyar al-Tsani) kare­na manusia lain semuanya binasa selain orang yang naik di atas perahunya ketika banjir Nuh menerpa bumi. Ujian Nabi Nuh berupa anggota keluarga keras kepala akhirnya mampu ia le­wati sungguhpun harus berakhir dengan tragis. Bermula ketika Nabi Nuh diminta membuat pe­rahu sebagai persiapan akan datangnya banjir raksasa. Allah berfirman: "Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang lalim itu; sesungguh­nya mereka itu akan ditenggelamkan.Dan mu­lailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditim­pa azab yang kekal." Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jan­tan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang ber­iman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (Q.S. Hud/11:37-40).

Perkembangan selanjutnya Nabi Nuh sudah kehilangan kesabaran lalu ia berdoa: "Ya Tu­hanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (Q.S. Nuh/71: 6, 13). Akibatnya umat Nabi Nuh, ter­masuh anggota keluarga dekat, anak dan istrin­ya tidak luput dari musibah. "Disebabkan kesala­han-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. (Q.S. Nuh/71:25). Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu un­tuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. (Q.S. al-Qamar/54:11-12). Nabi Nuh pada akhirn­ya sadar akan keadaan yang menimpa diri dan kaumnya lalu ia berdoa: "Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang Ini sungguh pelajaran paling berharga bahwa sungguhpun seorang Nabi bukan jaminan akan memiliki anak dan keluarga yang ideal. Tantangan bagi kita bagaimana ujian itu harus dilulusi, sungguhpun ujian itu berasal dari keluarga paling dekat kita.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya