Berita

Yaman/Net

Dunia

Koalisi Pimpinan Saudi Sanggah Laporan PBB Soal Yaman

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 | 09:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Koalisi negara-negara Arab yang berperang melawan kelompok Houthi di Yaman mengecam laporan terbaru yang dirilis oleh ahli hak asasi manusia PBB.

Laporan itu mengatakan bahwa pemboman yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi tersebut telah menyebabkan jatuhan banyak korban sipil di Yaman. Hal itu meningkatkan kekhawatiran tentang misi koalisi di Yaman.

Namun koalisi pimpinan Saudi menolak laporan tersebut.


"Laporan itu memiliki beberapa kesalahan metodologis dan salah mengartikan fakta-fakta konflik, mengabaikan alasan sebenarnya untuk konflik yang merupakan kudeta dari milisi Houthi yang didukung Iran terhadap pemerintah yang sah di Yaman," kata sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita negara Saudi, SPA.

Namun laporan PBB juga menyebut bahwa Houthi juga pihak yang bersalah atas kejahatan perang. Houthi disebut telah membatasi akses untuk bantuan kemanusiaan dan mendisiplinkan tentara anak.

Diketahui bahwa Houthi, yang menguasai ibukota dan sebagian besar wilayah barat Yaman secara teratur menembakkan rudal ke Arab Saudi selatan dan kadang-kadang membidik sasaran bernilai lebih tinggi, seperti ibukota Riyadh atau fasilitas perusahaan minyak negara Aramco. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya