Berita

Aung San Suu Kyi/Reuters

Dunia

Aung San Suu Kyi Dipastikan Tidak Kehilangan Hadiah Nobel Perdamaian

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hadiah Nobel Perdamaian untuk peimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dipastikan tidak akan ditarik meski ada laporan PBB soal kemungkinan genosida oleh militer Myanmar terhadap warga Rohingya.

Hal itu dipastikan oleh Komite Nobel Norwegia pada Rabu (29/8).

Suu Kyi diketahui memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 karena berkampanye untuk demokrasi. Namun dia dikritik beberapa tahun terakhir setelah memegang kekuasaan karena dinilai gagal berbicara menentang penindasan tentara di Negara Bagian Rakhine.


“Penting untuk diingat bahwa Hadiah Nobel, baik dalam Fisika, Sastra atau Perdamaian, diberikan untuk beberapa upaya atau pencapaian berharga dari masa lalu,” kata Olav Njoelstad, sekretaris Komite Nobel Norwegia.

"Aung San Suu Kyi memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian untuk perjuangannya demi demokrasi dan kebebasan hingga tahun 1991, tahun ia dianugerahi hadiah," katanya seperti dimuat Reuters.

Selain itu, peraturan yang mengatur Hadiah Nobel tidak memungkinkan hadiah ditarik.

Untuk diketahui bahwa awal pekan ini, para penyelidik PBB mengatakan militer Myanmar melakukan pembunuhan massal dan perkosaan geng dengan niat genosida pada warga Rohingya. Laporan yang sama menyebut bahwa panglima tertinggi dan lima jenderal harus dituntut atas kejahatan berat di bawah hukum internasional. [mel]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Presiden Prabowo Disarankan Tak Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:52

Prabowo Ajak Taipan Bersatu dalam Semangat Indonesia Incorporated

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:51

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Menag Yaqut Cholil

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:44

Perluasan Transjabodetabek ke Soetta Harus Berbasis Integrasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:38

Persoalan Utama Polri Bukan Kelembagaan, tapi Perilaku dan Moral Aparat

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:18

Pemerintah Disarankan Pertimbangkan Ulang Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00

Menkop Ajak Polri Ikut Sukseskan Kopdes Merah Putih

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:01

Iran Sebut AS Tak Layak Pimpin Inisiatif Perdamaian Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:53

MUI Tegaskan Tak Pernah Ajukan Permintaan Gedung ke Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:43

Menkes Akui Belum Tahu Batas Penghasilan Desil Penerima BPJS

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:32

Selengkapnya