Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

PBB Beberkan Represi Pemerintah Nikaragua Dalam Laporan Terbaru

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 | 06:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa menerbitkan laporan terbaru yang berisi kritik atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di Nikaragua di tengah gelombang protes anti-pemerintah.

Laporan itu menyusul investigasi atas tewasnya ratusan orang tewas dan ribuan lainnya terluka sejak April tahun ini.

"Represi dan pembalasan terhadap demonstran terus berlanjut saat dunia membuang muka," kata kepala hak asasi manusia PBB Zeid Raad Al Hussein.


 Pemerintah Nikaragua telah menolak laporan itu sebagai "bias".

Laporan itu mencakup periode dari 18 April hingga 18 Agustus kemarin ketika protes pertama kali menggebrak terhadap rencana yang sekarang dihentikan untuk mengubah sistem jaminan sosial di Nikaragua.

Namun protes ini justru berubah menjadi panggilan yang lebih luas untuk pengunduran diri Presiden Daniel Ortega.

Laporan PBB mengatakan bahwa pada fase pertama krisis ada respon represif terhadap protes oleh polisi dan elemen bersenjata pro-pemerintah.

"Selama tahap 'bersih-bersih' kedua, dari pertengahan Juni hingga pertengahan Juli, polisi, unsur-unsur bersenjata pro-pemerintah, termasuk yang dikenal sebagai 'kekuatan kejut' (fuerzas de choque), dan massa (turbo) secara paksa membongkar rintangan jalan. dan barikade," begitu bunyi laporan tersebut.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan bahwa informasi yang diperolehnya "secara kuat menunjukkan bahwa elemen-elemen bersenjata ini bertindak dengan persetujuan dari otoritas negara tingkat tinggi dan polisi nasional. Bahkan seringkali dengan cara yang sama dan terkoordinasi.

Laporan itu menambahkan bahwa, kemudian selama tahap ketiga dan saat ini krisis, lawan-lawan pemerintah telah dianiaya dan dikriminalisasi.

"Pegawai negeri, termasuk guru dan dokter, dipecat, dan orang-orang yang dianggap kritis terhadap pemerintah telah dilecehkan, diintimidasi dan bahkan diserang," begitu bunyi laporan tersebut.

"Pihak berwenang, termasuk di tingkat tertinggi, telah semakin menstigma dan mendiskreditkan para pemrotes dan pembela hak asasi manusia, menggambarkan mereka sebagai teroris, pengkhianat dan malapetaka," tambahnya seperti dimuat BBC.

Laporan itu memberikan rincian serangan terhadap anggota partai Sandinista yang mengatur, pejabat pemerintah dan anggota pasukan keamanan.

Laporan itu mengatakan bahwa 22 petugas polisi tewas antara 19 April dan 25 Juli dari total sekitar 300 kematian yang dilaporkan. [mel]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya