Berita

Machar dan Kiir/Net

Dunia

Pemberontak Sudan Selatan Batal Teken Kesepakatan Damai

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 14:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin pemberontak Sudan Selatan Riek Machar bersama dengan kelompok oposisi utama lainnya menolak menandatangani rancangan perjanjian damai dengan pemerintah yang akan mengakhiri perang saudara yang brutal.

Keputusannya itu mengejutkan, mengingat dia dan Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dan pembagian kekuasaan bulan lalu. Perjanjian itu adalah salah satu dari serangkaian terobosan nyata dalam beberapa bulan terakhir.

Ketika Sudan Selatan satu langkah menuju perdamaian, Machar tiba-tiba memutuskan untuk menolak menandatangani perjanjian damai untuk menerapkan kesepakatan penuh.


"Kelompok-kelompok oposisi utama Sudan Selatan, termasuk SPLM-IO (fraksi Machar), menolak menandatangani dokumen akhir yang menuntut agar reservasi mereka dijamin di dalamnya," kata Menteri Luar Negeri Sudan Al-Dierdiry Ahmed kepada wartawan di Khartoum seperti dimuat Al Jazeera.

Sudan sendiri merupakan negara yang membantu memediasi konflik di Sudan Selatan.

Penolakan Machar mengkhawatirkan, mengingat kesepakatan damai sebelumnya hanya bertahan beberapa bulan sebelum pertempuran dilanjutkan.

Kiir menyalahkan runtuhnya perjanjian damai sebelumnya tentang pengaruh asing. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya