Berita

Foto/Net

Dunia

Gelar Latihan Gabungan, Rusia Dan China Libatkan 300 Ribu Pasukan

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rusia akan menggelar latihan perang besar-besaran pada bulan depan. Latihan perang ini di­lakukan di tengah merenggang­nya hubungan negara itu dengan Amerika Serikat (AS) serta soro­tan dunia atas keterlibatan Rusia dalam konflik di Suriah.

Latihan militer ini tidak hanya akan melibatkan pasukan Negeri Beruang Putih, tapi juga ribuan tentara China. Latihan perang "Vostok 2018" atau Timur 2018 merupakan yang terbesar sejak 40 tahun terakhir.

"Latihan ini akan menjadi peristiwa terbesar sejak manuver Zapad-81," terang Menteri Per­tahanan Rusia Sergei Shoigu.


Latihan yang mengambil lokasi di kawasan tertutup khusus untuk militer melibatkan 300.000 tentara. Sementara itu peralatan tempur yang dikerah­kan adalah 1.000 pesawat, dua kapal induk, serta seluruh unit di angkatan udara.

Rencananya, China akan mengirimkan 3.200 tentara, 900 senjata, dan 30 pesawat dan he­likopter, yang akan dikerahkan pada 11 hingga 15 September di distrik latihan Tsugol di Rusia, dekat tempat perbatasan China dan Mongolia.

"Latihan ini tidak ditujukan kepada pihak ketiga dan akan fokus pada manuver pertahanan, serangan senjata dan serangan balik," jelas Kementerian Per­tahanan China dalam sebuah pernyataan dikutip Xinhua.

Presiden China Xi Jinping adalah salah satu pemimpin yang diharapkan menghadiri acara tahunan tersebut.

Menurut pengamat militer Col­lin Koh dari Nanyang Techno­logical University di Singapura.

"Langkah ini adalah tangga­pan terhadap kerja sama yang berkembang antara AS dan se­kutu-sekutunya di Asia timur laut di ranah pertahanan rudal dan pengembangan kemampuan masing-masing, seperti yang upaya Jepang membeli sistem anti-rudal Aegis Ashore dan Ko­rea Selatan, sistem peluru kendali anti rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)," pung­kas Koh. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya