Berita

Foto: KBRI Seoul

Dunia

Sembilan Pekerja Migran Indonesia Raih Gelar Sarjana Di Negeri Ginseng

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 07:15 WIB | LAPORAN:

Sebanyak sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Terbuka (UT) Korea Selatan.

Keterbatasan waktu dan tenaga dalam mendulang devisa tak menghalangi sembilan PMI di Korsel untuk meneruskan perjuangan meraih pendidikan yang lebih baik.

Perhelatan wisuda sarjana UT Korea yang dilaksanakan dengan meriah dan khidmat ini meluluskan wisudawan dari jurusan Sastra Inggris dan Manajemen.


Selain itu keberhasilan mereka mendapatkan gelar Sarjana itu juga didapatkan melalui perjuangan waktu yang luar biasa, bayangkan Rata-rata, para wisidawan tersebut pulang kerja pukul 20.00 malam. Bahkan hari Munggu pun terkadang dihabiskan untuk lembur.

Sementara itu Rektor UT Ojat Darojat mengungkapkan dirinya bangga karena beliau tahu beratnya bekerja sambil kuliah, tak hanya itu  membutuhkan tenaga fisik dan konsentrasi tinggi.

“Saya bangga dan terharu  kepada ke-9 Pekerja Migran Indonesia yang berhasil diwisuda hari ini. Perjuangan dan kegigihan  mereka dalam bekerja, dan semangat serta konsistensi mereka dalam belajar telah mengantarkan mereka hingga lulus,” ungkap Rektor melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi dari KBRI Seoul, Senin (27/8).

Selain itu Dubes Umar Hadi yang ikut mengukuhkan Wisudawan UT ini juga menyampaikan kegembiraannya.

“Gelar Kesarjanaan akan semakin membuat PMI lulusan UT ini mampu mengaktualisasikan diri dengan tingkat rasa percaya diri yang lebih tinggi. Bahkan posisi tawar saat pulang ke tanah air kelak juga dipastikan akan meningkat,” Tutur Dubes Umar.

"Saya sangat menghargai mereka yang tak kenal letih berusaha untuk masa depan, bukan hanya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah tapi juga pundi-pundi ilmu yang pasti berguna hingga akhir hayat," ungkapnya dengan bangga.

Da melanjutkan selain modal uang, semua PMI harus terus membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat,  agar ketika kembali ke kampung halaman dapat membangun hidup yang lebih baik, entah dengan berwirausaha ataupun dengan bekerja pada perusahaan besar dengan ilmu yang didapat di selama kuliah,  serta keterampilan dan pengalaman yang di dapat selama bekerja di Korsel.

“Saya harap acara wisuda hari ini bisa memotivasi PMI lainnya untuk memanfaatkan kuliah di UT, sehingga kedepannya minimal 10% PMI bisa ditargetkan untuk kuliah. Hal ini juga merupakan solusi bagi para PMI sehingga mereka tidak takut pulang ke Indonesia saat kontrak kerja mereka habis, karena sudah mempunyai bekal pendidikan dan pengalaman yang memadai”, pungkas Dubes.

Untuk diketahui, dari sebanyak 39.186 WNI di Korea Selatan, 32.567 diantaranya adalah Pekerja Migran dengan rentang usia 19-35 tahun. Saat ini baru 1 persen dari para PMI tersebut yang memanfaatkan kesempatan belajar di UT Korea melalui sistem belajar jarak jauh.

Selain itu, UT Korea aktif berkegiatan sejak tahun 2011 dengan inisiasi anggota Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA), dimana pada tahun 2014, UT Korea telah terdaftar secara resmi sebagai Non Governmnet Organization (NGO) di Korea dimana UT Korea bisa mendapatkan berbagai fasilitas dari Pemerintah Korsel.

Selama 7 tahun berdiri, lebih dari 1.000 mahasiswa yang sebagian besar merupakan PMI bergabung menimba ilmu di UT Korea. Saat ini, UT Korea melibatkan 49 mahasiswa S2 dan S3 sebagai tutor per semesternya. Sejauh ini UT Korea telah berhasil meluluskan 96 mahasiswa Indonesia. Banyak dari mereka yang karena masa kerja di Korsel habis tak sempat menamatkan kuliahnya, namun sebagian besar melanjutkannya di Tanah Air. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya