Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

ISIS Ancam Serang Indonesia, TNI-Polri Diimbau Waspada

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 02:24 WIB | LAPORAN:

Sel ISIS berniat menyerang Indonesia. Respons terukur terhadap informasi ancaman itu diperlukan untuk meminimalisir sekaligus mereduksi potensi ancaman.

Pekan lalu, sebuah video berisi ancaman dari pihak yang menyebut diri sebagai Hacktivist 1435 dari Divisi Peretasan ISIS kepada Pemerintah Indonesia beredar di jagat maya.

Melalui video berdurasi 1 menit, pihak tersebut mengemukakan kekesalan terhadap Pemerintah Indonesia yang dianggap telah menangkap, memenjarakan, dan menyiksa saudara mereka. Juga memblokir media sosial mereka. Mereka pun berencana membalas.


"Kami akan menemukanmu dan kami akan membunuhmu," demikian penutup video tersebut.

DPR berharap ke Polri, TNI, dan BIN tidak mengabaikan ancaman ini. Polri, TNI, dan BIN harus segera bergerak untuk mengantisipasi serangan itu. Sel-sel ISIS harus dilumpuhkan sebelum mereka melakukan serangan.

"Informasi itu patut ditanggapi Polri, TNI, dan BIN secara terukur. Agar tidak menimbulkan rasa cemas atau kegaduhan di ruang publik. Kondusivitas di dalam negeri harus tetap terjaga, terutama karena Asian Games 2018 masih menyisakan banyak pertandingan pada berbagai cabang olahraga," ucap Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis.

DPR merasa perlu mengingatkan hal ini. Alasannya, pekan ini terjadi penembakan terhadap dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar, Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana, oleh tiga orang tak dikenal di Kilometer 223-400 jalur jalan Tol Kanci�"Pejagan, Kabupaten Cirebon.

"Memang, motif penembakan itu belum diketahui karena pelaku penembakan belum tertangkap. Namun, kasus penembakan dua anggota Polri ini hanya selang beberapa hari setelah beredarnya video ancaman ISIS di dunia maya. Tak lama setelah Kementerian Luar Negeri Australia memperbarui travel advice (peringatan perjalanan) bagi warganya yang bepergian ke Indonesia. Kemudian Amerika Serikat (AS) juga menetapkan tiga orang dari Asia Tenggara sebagai teroris," tutur politisi yang akrab disapa Bamsoet ini.

Video ancaman itu muncul Selasa (21/8). Dua hari kemudian, tepatnya Kamis (23/8), Pemerintah Australia memperbarui travel advice, karena alasan akan adanya serangan teroris di Indonesia. Karena travel advice itu pula, staf Konsulat Jenderal Australia di Surabaya tidak menghadiri acaranya di Universitas Airlangga.

Setelah itu, dari Washington, AS, dilaporkan pada Jumat (24/8) bahwa otoritas intelijen setempat menetapkan  tiga orang dari Asia Tenggara sebagai teroris. Alasannya, tiga orang Asia Tenggara itu diduga merekrut orang lain bergabung dengan ISIS.

Satu dari tiga orang itu berkewarganegaraan Indonesia, berinisial MKYF. Profil tiga orang ini terlihat dalam video ISIS pada Juni 2016, saat algojo ISIS memenggal tiga sandera.

"Memang, fakta-fakta tadi belum tentu saling berkait. Tetapi, Polri, TNI, dan BIN patut menggarisbawahi dan memberi respons terukur. Semua potensi ancaman harus dieliminasi sejak dini," imbau Bamsoet.

Bagi DPR, respons itu amat penting. Sebab, saat ini Indonesia tengah menggelar Asian Games 2018. Jika sampai ada aksi teror, tentu akan mencoreng muka bangsa ini. Cita-cita tiga sukses dalam Asian Games juga bisa berantakan.

Setelah Asian Games, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang akan diselenggarakan pada Oktober 2018 di Bali. Forum ini akan dihadiri 18.000 anggota delegasi dari 189 negara, termasuk 10 pemimpin ASEAN. Menyambut acara tersebut, keamanan Indonesia tentu sangat dibutuhkan. [jto]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya