Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Korupsi Lingkaran Istana Bukan Fokus Utama Kampanye Demokrat

KAMIS, 23 AGUSTUS 2018 | 10:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masalah korupsi yang saat ini tengah terjadi di lingkaran Istana Presiden Amerika Serikat (AS) dipastikan tidak akan jadi fokus baru kubu Demokrat dalam menghadapi Midterm atau pemilihan Jangka Menengah di awal November tahun ini.

Demokrat hanya akan fokus pada budaya korupsi yang ada, dan bukan pada masalah yang terjadi di pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Masalah yang muncul secara bersamaan terkait mantan pengacara pribadi Trump dan bekas ketua kampanyenya awal pekan ini tampak dirancang untuk memberikan pesan yang kuat pada Kubu Demokrat jelang pemilihan jangka menengah tahun ini. Demokrat menjadi pihak yang diuntungkan atas masalah yang terjadi dalam lingkaran dalam Trump.


Narasi yang terbangun adalah bahwa orang-orang di lingkaran Trump banyak yang terkena masalah. Dua anggota Kongres pertama yang mendukung Trump saat ini berada di bawah dakwaan. Selain itu, dua anggota dalam kabinet Trump mengundurkan diri atas tuduhan korupsi.

Bukan hanya itu, Trump pun tampak tidak pernah memisahkan diri dari bisnisnya. Salah satunya dengan mengubah resor pribadinya, Mar-a-Lago menjadi lokasi untuk pertemuan kenegaraan.

Namun Kubu Demokrat sendiri menekankan bahwa isu yang menjerat kubu Trump tersebut bukan menjadi fokus utama, melainkan masalah budaya korupsi itu sendiri yang akan menjadi sorotan utama Demokrat.

“Korupsi dan akuntabilitas adalah isu-isu yang menentukan dari pemilihan sekarang," kata Max Bergmann, seorang akademisi senior di Center for American Progress dan direktur Proyek Moskow seperti dikutip dari huffingtonpost, Kamis (23

"Kami memiliki seorang presiden yang mengarahkan konspirasi kriminal dan yang sedang diselidiki karena bersekongkol dengan kekuatan asing yang bermusuhan untuk mengganggu pemilihan. Namun Kongres Republik tidak hanya melakukan apa pun untuk meminta pertanggungjawaban Trump, mereka secara aktif bekerja untuk melindunginya," sambungnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya