Sri Wahyuni sukses menyumÂbangkan medali perak dari caÂbang olahraga angkat besi Asian Games 2018 di kelas 48 kg.
Berlaga di JIEExpo, Kemayoran, kemarin, Sri yang diharapÂkan meraih emas hanya mampu mencapai total angkatan 195 kg. Dia kalah dari lifter Korea Utara, Ri Song Gum yang akhÂirnya meraih emas dengan total angkatan 199 kg.
Sri meraih perak setelah melakukan angkatan snatch 88 kg dan 102 kg clean and jerk. medali perunggu direbut lifter Thailand, Sukcharoen Thunya dengan angkatan 189 kg.
Di nomor snatch, Sri sempat gagal melakukan angkatan untuk berat 88 kg. Dia baru berhasil pada angkatan kedua. Sementara Ri Song Gum yang berupaya melakukan angkatan seberat 90 kg, tapi gagal.
Sri sebenarnya sempat memimpin untuk angkatan snacth usai dengan angkatan terbaik 88 kg. Sementara Ri Song Gum berada di urutan kedua dengan angkatan 87 kg.
Pada angkatan pertama clean and jerk, Sri Wahyuni sukses menaklukkan beban seberat 107 kg. Namun, Song Gum melewati melesat usai mengangkat beban seberat 112 kg.
Sri berusaha mengejar lewat angkatan yang sama, tapi gagal dalam dua kali percobaan.
Di cabor gulat, tuan rumah, Indonesia belum beruntung. Empat atlet gulat putrinya di nomor gaya bebas tersingkir saat berlaga Arena
Assembly Hall, JCC Jakarta, kemarin. Keempat pegulat putri itu masing-masing Dewi Ulfah di kelas 53 kg kalah saat melawan Ti Ha Phuong Pham (Vietnam) di babak perdelapan final.
Kemudian Mutiara Ayuningtias yang berlaga di kelas 57 kg juga harus mengakui keungÂgulan Nabira Esenbaeva asal Uzbekistan.
Nasib serupa dialami Dewi Atiya yang takluk dari Ayaulym Kassymova (Kazakhstan) di kelas 62 kg, serta Eka Setiawati yang tinggal selangkah masuk zona medali dihentikan Yuki Irie (Jepang) pada babak perempat final kelas 50 kg.
Pelatih gulat Indonesia Fathur Rahman yang ditemui di sela pertandingan mengakui bahwa atlet-atletnya kalah kualitas dibandingkan lawan dan secara khusus memang tidak menarÂgetkan apa pun di Asian Games kali ini.
"Kalau putri memang masih belum dan jauh dibandingÂkan negara-negara lain. Target dari putri tidak ada medali. Harapannya ada di putra," kata Fathur.
Sementara, para pegulat putri juga memilih tidak berkoÂmentar usai bertanding dan langsung masuk ke ruang ganti atlet. ***