Selepas ditingal Taufik Hidayat yang memutuskan gantung raket, Indonesia belum punya atlet bulu tangkis terbaik di tunggal putra. Dia pun pesimistis tunggal putra bisa berbicara banyak di Asian Games 2018.
Pada Asian Games 2018, tungÂgal putra akan mengandalkan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Di ranking BWF, Ginting berada di posisi ke-12, sedangkan Jonatan di uruÂtan ke-15.
Namun demikian, Taufik tak yakin dua tunggal putra Indonesia itu mendulang medali Asian Games 2018. "Tunggal putra masih berat," katanya di Gedung Sate Bandung baru-baru ini.
Untungnya, kata Taufik, Jonatan dan Ginting bisa memanÂfaatkan status Indonesia sebaÂgai tuan rumah Asian Games. Mereka bisa mendapat banyak dukungan dari suporter.
"Ini tantangan lebih besar lagi, dalam satu sisi harus tambah motivasi karena kami main sebagai tuan rumah dan belum tentu kapan lagi Asian Games ada di sini. Jadi, manfaatkan semaksimal mungkin untuk bisa jadi yang terbaik untuk bangsa ini," ucap peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.
Pria asal Pengalengan Jawa Barat itu juga yakin bulu tangkis mampu menyumbang medali emas lewat nomor ganda. Saat ini, Indonesia punya dua pasang atlet terbaik di nomor ganda.
Indonesia memiliki Marcus Gideon/Kevin Sanjaya di ganÂda putra dan Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir di ganda camÂpuran.
"Bulu tangkis kan targetnya satu (emas), entah ganda putra atau ganda campuran, mudah-mudahan bisa lebih dari satu (emas)," ujar Taufik.
"(Andalan) Selama ini kan hanya ganda, Tontowi-Butet dan Kevin-Gideon saja. Kalau yang lain mudah-mudahan bisa bawa yang terbaik," ujarnya.
Sementara itu di sektor Putri, pelatih tunggal putri PBSI Minarti Timur mengakui bahwa kans anak-anak didiknya meraih medali di nomor perorangan Asian Games 2018 memang nyaris mustahil. Karenanya, Minarti berharap Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Ruselli Hartawan bisa ikut sumbangsih di nomor beregu.
Beratnya peluang sektor tungÂgal putri memenangi medali di nomor perorangan memang sulit untuk dinafikkan. Di sederet turÂnamen BWF World Tour 2018, belum sebiji gelar pun lahir dari tangan Jorji dan kawan-kawannya.
Meski demikian, mereka bisa tampil cukup baik jika bertandÂing di sektor beregu. Hal ini terÂlihat saat mereka berkompetisi di Kejuaraan Asia Beregu 2018 dan Piala Uber 2018.
"Untuk nomor perorangan, kalau dilihat dari hasil Kejuaraan Dunia 2018 kemarin ya memang sulit. Tapi mereka harus bisa ikut sumbang poin di nomor beregu. Mudah-mudahan di nomor perÂorangan pun mereka juga bisa kasih perlawanan," ujar Minarti, Minggu (12/8).
Menyoal persiapan terakhir, Minarti mengaku sudah memÂberikan latihan maksimal kepada tiga anak didiknya tersebut mulai dari fisik, teknik, dan mental. Dukungan dari pecinta bulu tangkis yang nanti akan hadir di Istora Senayan juga diharapkan Minarti bisa menjadi bahan bakar tambahan dalam bertanding.
"Apalagi di Asian Games 2018 nanti kan kita tuan rumah. Saya berharap mereka bisa keluarkan semua yang mereka punya. Dukungan dari penonton kiranya juga bisa menambah semangat mereka untuk bisa main mati-matian di event sebesar Asian Games," ujar Minarti. ***