Berita

Danny Pomanto/Net

Nusantara

Soal Kebersihan, Makassar Punya Tagline MTR

SABTU, 11 AGUSTUS 2018 | 04:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman menggelar rapat koordinasi penanganan sampah dengan sejumlah kepala daerah di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/8).

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa ibukota Sulawesi Selatan itu sudah masif melakukan penanganan sampah.’

Prosedur yang diterapkan dalam penanganan sampah di Makassar telah dimulai dari melakukan branding gerakan kebersihan dengan tagline Makassar ta' Tidak Rantasa (MTR) atau Makasar Tidak Berantakan/Kotor.


"Gerakan-gerakan yang kami buat ini bukan hanya menjadi sebuah ucapan saja tapi menjadi kunci keberhasilan di Kota Makassar. Jadi kita ada MTR, Mabello, Lihat Sampah Ambil (Lisa), Maju Rong, Bank Sampah dan Lorong Garden," ucap Danny di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/8).

Sugesti dan semangat ini, kata Danny, yang menjadikan partisipasi masyarakat untuk turut membersihkan wilayah dan walhasil menjadi terbukti dengan pencapaian Adipura selama tiga tahun berturut-turut.

Danny pun tak melupakan penanganan sampah di laut. Pihak Pemkot Makasaar sendiri, imbuh dia, sudah ikut berpartisipasi aktif dengan membuat "Pattasaki" serta  perahu jaga kanal.

"Walaupun kewenangan kemaritimian menjadi ranah provinsi dan pusat," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut memberi wejangan kepada kepala daerah untuk serius menangani masalah sampah di wilayah masing-masing. Penanganan sampah yang baik merupakan salah satu warisan positif yang dapat ditinggalkan saat berakhirnya masa jabatan.

"Saya mohon bapak-bapak Walikota lihat, bapak jadi walikota, bapak punya legacy apa sih? Suatu saat bapak akan berakhir juga kan, sama seperti saya. Setiap orang pasti ingin ada legacy," ungkapnya.

Rakor ini dihadiri oleh puluhan kepala daerah di Indonesia seperti Walikota Solo, Balikpapan, Medan, Ambon, dan Bitung. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya