Berita

Foto: Net

Dunia

Dubes Djauhari Buka Peluang Investasi Tencent Masuk Indonesia

SABTU, 11 AGUSTUS 2018 | 00:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Segala upaya dilakukan pemerintah dalam menjaring investasi asing masuk, demi membantu perkembangan pembangunan di dalam negeri.

Salah satunya seperti yang dilakukan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun yang menggelar pertemuan dengan 7 eksekuti Tencent di Kantor Pusat Tencent, Shenzen, Tiongkok beberapa waktu lalu.

Pertemuan ini diyakini akan membuka peluang investasi dan kerja sama dengan perusahaan lokal Indonesia, khususnya perusahaan start up dan fin-tech.


Tencent merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan sangat agresif berinvestasi di berbagai start up di bidang teknologi fin-tech dan Tesla.

Perusahaan ini terkenal berani dalam menyuntikan dana ke berbagai perusahaan start up yang dinilai sangat berpotensi di pasar lokal, daripada memaksakan platformnya sendiri.

“Atas alasan itu, berbagai kemungkinan bagi Tencent untuk berinvestasi di Indonesia melalui kerja sama dengan start up lokal, khususnya di bidang pariwisata, teknologi, internet, musik, game online, dan promosi produk-produk Indonesia di Tiongkok menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan,” jelas Dubes Djauhari dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (10/8).

Djauhari mengatakan bahwa pihak Tencent sangat tertarik dengan ajakannya itu. Bahkan Tencent sepakat memenuhi undangan untuk hadir pada forum bisnis yang akan diselenggarakan KBRI Beijing.

“Termasuk untuk berkunjung ke Jakarta dalam waktu dekat,” tukasnya.

Tahun 2016, Tencent telah menginvestasikan dana sejumlah 20,8 miliar dolar AS ke berbagai start up. Tencent juga telah menanamkan investasi di berbagai perusahaan daring di tanah air, antara lain investasi ke GoJek pada Mei 2017 dan investasi JD.Com ke Traveloka.

Sementara itu, pada bulan Juni 2018, Grup Lippo menginvestasikan sejumlah dana Tencent sebagai langkah awal memasuki bisnis digital.

Didirikan pada tahun 1998, Tencent Holdings merupakan konglomerasi Tiongkok yang memiliki anak perusahaan di bidang jasa teknologi, internet, artificial intelligence, dan investasi baik di Tiongkok maupun global.

Memasuki pasar saham pada tahun 2004 dengan nilai valuasi 11 miliar dolar AS, nilai Tencent sampai dengan Januari 2018 telah mencapai 580 miliar dolar AS, melampaui Facebook dan berada sedikit di bawah Amazon. Saat ini, Tencent telah mencapai urutan terbesar kelima untuk perusahaan sejenis.

Beberapa produk perusahaan Tencent antara lain Wechat, JD.com, QQ.com, QQ Mobile, QQ Music, JOOX, dan lain-lain.

Saat ini di Tiongkok, Wechat semakin kuat karena selain merupakan aplikasi mobile messenger, Wechat juga terhubung dengan layanan perbankan dan menjadi alat pembayaran elektronik yang sangat populer di Tiongkok yaitu Wechat Pay, dengan jumlah pengguna lebih dari 1,3 miliar orang.

Di akhir pertemuan, Dubes Djauhari yang didampingi para pejabat dari KJRI Guangzhou, KJRI Hongkong dan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM) memberikan cinderamata berupa kemeja, selendang batik dan kaos Bali sebagai upaya promosi Indonesia. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya