Berita

Foto: Net

Nusantara

Tanpa Gerakan Bersama Berantas Narkoba, Masa Depan Indonesia Suram

KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 | 11:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tanpa gerakan bersama mengatasi serangan narkoba dari luar negeri, maka masa depan bangsa Indonesia akan suram. Sebab, ada sebanyak 30 orang yang meninggal setiap hari akibat barang haram tersebut.

Begitu kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko dalam seminar bertajuk “Membangun Harmoni, Merawat NKRI Melalui Seni Budaya, Dari Jakarta Menuju Ambon” di Gedung Stovia, Jakarta, Rabu (8/8).

“Bahkan dalam data tercatat sebanyak 27 persen dari 6,4 juta pengguna adalah pelajar dan mahasiswa,” sesal Heru.


Untuk itu dia menilai bahwa perlawanan melawan peredaran narkoba bukan hanya kerja dari BNN semata, melainkan dari semua pihak.

Dia menjelaskan selundupan narkoba itu datang dari empat kawasan, yakni kawasan Golden Crescent (Pakistan, Iran dan Afganistan), kawasan China, dan kawasan Eropa.

“Sementara tempat-tempat di Indonesia yang menjadi tujuan selundupan narkoba itu adalah Aceh, Medan, Jakarta, Surabaya, Kalimantan, dan Papua,” jelasnya.

Tantangan BNN itu semakin bertambah saat jenis narkoba baru berkembang cepat dan belum diatur di negeri ini.

“Contohnya, New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di Indonesia mencapai angka 71 jenis. Yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) baru 65 jenis. Sementara 6 jenis belum masuk dalam Permenkes,” ujar Heru Winarko.

Dia pun meminta semua elemen masyarakat proaktif untuk melaporkan ke BNN atau polisi jika mengetahui ada pengguna narkoba di lingkungan sekitar. Masyarakat melaporkan dan BNN akan bergerak untuk menangani.

“Kerjasama dengan berbagai pihak merupakan langkah yang diambil BNN untuk secara bersama-sama menangani masalah ini,” tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya