Berita

Foto/Net

Nusantara

Dukungan & Bantuan Negara Sahabat Mengalir ke Lombok

KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 | 10:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah Indonesia mengapresiasi ucapan belasungkawa dan dukacita dari pemimpin negara-negara sahabat atas bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5 Juli lalu.

 Pemerintah Indonesia menerima ucapan simpati dan du­kacita dari Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, PM Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Singapura Halimah Yacob, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, lewat kicauannya di akun Twitter @DubesAustralia, memuji kesi­gapan para relawan dalam mem­bantu korban gempa.


"Sedang berada di Lombok dengan delegasi Australia ketika gempa bumi terjadi Minggu malam... saya juga melihat reak­si teman Indonesia yang mengu­tamakan keselamatan orang di situasi sulit. Sangat mengagumi sisi kemanusiaan mereka," cuit Dubes Quinlan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan terima kasih atas simpati sahabat ke­pada Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada anggota keluarga ASEAN dan teman-teman di luar Asia Teng­gara atas simpati dan belasung­kawa yang disampaikan kepada masyarakat dan Pemerintah In­donesia. Terutama kepada korban dan keluarga korban gempa bumi Lombok," ujar Retno dalam Peringatan 51 Tahun ASEAN, di Sekretariat Jenderal ASE­AN Jakarta, kemarin.

"Negara-negara itu juga siap memberikan bantuan yang dibu­tuhkan Indonesia untuk penanganan pascagempa," imbuhnya.

Kebutuhan-kebutuhan itu akan sangat tergantung pada situasi di lapangan.

"Karena koordinasi dengan Panglima TNI, BNPB, dan Basarnas terus kami lakukan," kata Retno lagi.

Seluruh wisatawan asing sudah dievakuasi pemerintah sejak ter­jadinya gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter itu. Tidak ada lapo­ran wisatawan asing yang menjadi korban dalam bencana tersebut.

Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisi­pasi terjadinya gempa susulan.

"Kami sudah mengevakuasi hampir semua orang yang ada di Gili Trawangan dan Gili Air. Yang belum adalah Gili Meno, itu yang mulai hari ini (kemarin) kami sisir. Jadi mudah-mudahan per hari ini semua orang yang ada di pulau tersebut sudah bisa kami evakuasi," harapnya.

Kemlu telah menyediakan call center bagi WNA dan WNI yang membutuhkan informasi dan pertolongan akibat musibah gempa bumi Lombok. Juga be­berapa help desk yang tersedia di Kota Mataram, Bandara In­ternasional Lombok Praya, serta Pelabuhan Lembar.

Nomor Foreign Visitors Help Desk Kemlu (+62 878-6412-4151) juga menerima permoho­nan bantuan langsung dari relasi para WNA dari Jerman, Inggris, AS, Belgia, Spanyol, Portugal, Jepang, Perancis, Yunani, Be­landa, Oman serta Kuwait.

"Tiga hari lalu kami juga sudah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar asing di Jakarta untuk menjelaskan situasi terkini di Lombok," terang Retno.

Harapan Untuk ASEAN

Di usianya yang ke-51, ASE­AN diharapkan Sekretaris Jen­deral ASEAN Lim Jock Hoi bisa membangun konektivitas yang jauh lebih baik.

"Dan tentunya ASEAN harus mengutamakan perdamaian, sentralitas dan kesejahteraan kawasan," harap Lim.

"Kita harus menguatkan sentralitas masyarakat. Hubungan antar masyarakat negara-negara ASEAN harus ditingkatkan," imbuh Lim.

Ulang tahun ASEAN ke-51 ini dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Duta Besar RI untuk ASEAN Ade Padma Sarwono dan sejum­lah dubes-dubes negara mitra ASEAN. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya