Berita

Politik

Dr Rizal Ramli Tokoh Alternatif Dan Solusi

Jokowi-Prabowo Renungkanlah ‘'Sirna Ilang Kerta Ning Bumi'
RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 20:45 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

ROMMY Ketum PPP di media sudah kasih kode katanya cawapres Jokowi dari NU dan pernah pengalaman di pemerintahan. Figur ini ramai-ramai ditafsirkan sebagai Mahfud MD. Ramai-ramai pula dinyatakan kalau benar akan berpasangan dengan Mahfud maka Jokowi dipastikan bakal kalah.

Kenapa begitu?

Pertama, Mahfud tidak merepresentasikan NU yang sebenar-benarnya. Dulu tokoh NU juga pernah bersanding jadi cawapresnya Megawati yaitu KH Hasyim Muzadi, dan Gus Sholah yang berpasangan dengan Wiranto. Tetapi keduanya kalah. Kurang apa kedua kiai dan ulama terpandang itu? Jawabnya, karena konteks permasalahan waktu itu berbeda dengan sekarang.


Kedua, Mahfud MD bukan sosok yang mampu membantu Jokowi menyelesaikan persoalan utama yang sedang dihadapi oleh negara ini hari ini, yaitu masalah keterpurukan ekonomi. Akibat jalan sesat ekonomi neoliberal yang menyebabkan perekonomian nasional sangat sulit tumbuh dan menjadikan rakyat semakin terbelit kesengsaraan.

Ketiga, kalau seandainya Prabowo berpasangan dengan Ustadz Abdul Somad dipastikan pasangan Jokowi-Mahfud bakal kalah. Pertama karena Mahfud kalah populer dengan Ustadz Somad. Kedua, Ustadz Somad lebih dapat diterima oleh lapisan umat di bawah (yang umumnya merupakan para Nahdliyin). Ketimbang Mahfud.

Namun demikian jika pasangan Prabowo-Somad menang Pilpres, kondisi perekonomian dipastikan tidak akan lebih baik alias akan tetap terpuruk, bahkan kemungkinan memburuk. Karena pemerintahan Prabowo-Somad akan menerima warisan beban masalah ekonomi yang ditinggalkan oleh pemerintahan Jokowi.

Oleh sebab itu sebenarnya tokoh yang tepat untuk dijadikan cawapresnya Jokowi maupun cawapresnya Prabowo adalah ekonom terkemuka Dr Rizal Ramli.

Seperti diketahui, Rizal Ramli oleh banyak kalangan diyakini merupakan sosok alternatif dan kuda hitam dalam Pilpres tahun depan. Rizal sendiri merupakan Gusdurian yang sangat dekat dengan kaum Nahdliyin. Dekat dengan kalangan minoritas, dapat diterima oleh Muhammadiyah serta elemen pergerakan lainnya, termasuk masyarakat petani, nelayan, buruh, dan kaum marginal lainnya.

Yang juga penting Rizal Ramli memiliki banyak prestasi dan reputasi baik saat menjadi Menko Ekonomi, Menko Maritim, dan jabatannya yang lain, maupun saat sebagai tokoh pergerakan yang dikenal luas dan diakui oleh masyarakat sangat konsisten membela rakyat.

Pilpres 2019 seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk penyelamatan bangsa. Kalau Jokowi dan Prabowo memaknainya sebagai sekedar pertarungan perebutan jabatan untuk mendapatkan kekuasaan, kemudian setelah berkuasa diam saja seperti batu, tak bergerak, tidak berbuat apa-apa, melainkan hanya berbasa-basi, maka Indonesia hanya tinggal menghitung hari (menghitung waktu) untuk benar-benar amblas, tenggelam, dan musnah akibat berbagai kehancuran dan kerusakan tatakelola yang terjadi di dalamnya.

Ibarat ungkapan saat menjelang jatuh dan hancurnya Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya itu: Sirna Ilang Kerta Ning Bumi… --Yang kurang lebih bermakna: Akan hilang musnah segala kejayaan di bumi pertiwi ini, akibat para pemimpinnya yang berjiwa sempit dan kerdil--.

Penulis merupakan Wartawan Senior
iniorangbiasa@yahoo.com


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya