Berita

Rumah Mardani/Net

Pertahanan

Polisi Masih Kesulitan Ungkap Pelempar Molotov Ke Rumah Mardani

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 11:04 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Jajaran Polres Metro Bekasi Kota masih kesulitan dalam mengungkap kasus pelemparan molotov ke rumah pribadi politisi PKS Mardani Ali Sera.

Hal tersebut lantaran sidik jari yang ada di barang bukti dan saksi-saksi masih minim.

Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, sampai saat ini belum sampai mengarah kepada pelaku. Menurutnya, polisi masih terus berupaya melakukan pendalaman demi mengungkap siapa pelaku pelemparan bom molotov tersebut.


"Terakhir, Pak Mardani diperiksa tapi kita melihat keterangan beliau, belum terlalu signifikan," ujar Indarto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8).

Kemudian terkait pemeriksaan pemeriksaan sidik jari yang ada pada barang bukti bom molotov, polisi juga belum mendapatkan titik terang meskipun pemeriksaan sidik jari sudah dibantu oleh tim dari Jepang.

"Kita bahkan dibantu sama Jepang buat identifikasi untuk mengambil sidik jari di botol, tapi saya dengar mereka ada kesulitan karena botolnya itu terbuat dari benda yang tidak bisa menyerap SGL. Apalagi kan posisinya sudah dipindah itu," tutur Indarto.

Dari CCTV yang diamankan pun belum mengarah ke para pelaku.

"Ada beberapa CCTV (dianalisa-red), tapi belum mengarah," tambahnya. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya