Berita

Yayuk Sri Rahayuningsih/Net

Nusantara

DPR Dorong Pendidikan Mitigasi Bencana Masuk Di Kurikulum

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 17:22 WIB | LAPORAN:

Hingga hari ini jumlah korban akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat terus bertambah.

Data terakhir yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 105 korban meninggal dunia dan 236 luka-luka.

"Saya turut berduka atas musibah ini. Semoga saudara-saudara kita di Lombok tetap tabah dan sabar," kata anggota Komisi X DPR RI Yayuk Sri Rahayuningsih di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/8).


Namun begitu, dia menyesalkan masih minimnya fasilitas mitigasi gempa dan sistem peringatan lain yang dioperasikan. Padahal, belum lama sebelumnya, gempa bumi juga terjadi di Lombok.

"Katakanlah alasan gempa ini tidak bisa diprediksi, nah karena itu menurut saya sekarang waktunya pemerintah harus memikirkan bagaimana memitigasi gempa cecara jangka panjang," jelas Yayuk.

Menurut politisi Partai Nasdem tersebut, penanganan bencana alam khususnya gempa bumi selain dari pengembangan teknologi siaga bencana juga ketersediaan fasilitas mitigasi gempa.

Yayuk mengaku akan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji materi pelajaran yang membahas mitigasi bencana untuk masuk dalam kurikulum di sekolah.

"Pemerintah harus ajarkan mulai sejak dini dari sekolah dasar tentang edukasi mitigasi. Institusi pendidikan harus memberikan penjelasan menyelamatkan dari bahaya bencana gempa," ujarnya.

Dia menambahkan, pentingnya pendidikan yang mengajarkan edukasi mitigasi bencana karena memang Indonesia rentan terhadap gempa bumi.

"Kita terlalu lengah, sudah tahu wilayah ini rawan bencana," imbuh Yayuk. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya