Berita

Foto/KBRI Seoul

Nusantara

Peduli Gempa Lombok, Masyarakat Korsel Galang Bantuan Dana

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 16:51 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Korea Selatan menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa yang terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Keprihatinan diwakili Hur Yin, president & CEO Kookmin Bank, salah satu bank terbesar Korsel kepada KBRI Seoul dan wakil presiden Palang Merah Korea Selatan.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam, seraya berharap bahwa dampak yang ditimbulkan bencana ini dapat ditekan seminimum mungkin," kata Hur Yin melalui keterangannya, Selasa (7/8).


Bantuan dari Korsel sebesar 30 juta won atau sekitar Rp 385 juta yang diserahkan kepada Palang Merah Korea Selatan untuk diteruskan ke Palang Merah Indonesia.

Dubes Besar RI untuk Korsel Umar Hadi menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Korsel.

"Saat ini, pemerintah RI secara cepat dan terkoordinasi telah melakukan berbagai langkah penanggulangan bencana. Termasuk mengkoordinasikan seluruh jajaran terkait agar penanganan pasca gempa dilakukan secara cepat, baik evakuasi maupun penanganan logistik untuk memitigasi dan mencegah bertambahnya korban," jelasnya.

Wakil Presiden Palang Merah Korsel Kim Yoon Heeuga menyampaikan keprihatinan serupa.

"Saya sangat sedih dengan terjadinya bencana ini. Terutama dengan jatuhnya korban jiwa," ungkapnya.

Terkait penanganan wisatawan internasional, terutama dari Korsel yang terdampak gempa, Dubes Umar mengatakan bahwa seluruhnya telah ditangani dengan baik oleh pemerintah.

"Pelayanan terhadap turis yang terkena dampak juga merupakan salah satu yang diprioritaskan pemerintah RI," ujarnya.

Pulau Lombok sendiri bagi masyarakat Korsel merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Sementara, pekerja migran Indonesia asal Lombok di Korsel yang berjumlah sekitar 700 orang selama ini pun aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Dalam paguyuban bernama Galok atau Gabungan Anak Lombok, mereka melakukan kegiatan keagamaan setiap bulan, membentuk kelompok musik serta mendirikan klub sepak bola. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya