Berita

Foto:Repro

Politik

Tiga Alasan ACTA Deklarasi Dukungan Prabowo-UAS

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 12:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) resmi mendeklarasikan dukungan kepada Abdul Somad untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Capres Prabowo Subianto.

Deklarasi digelar di Sekretariat ACTA, Jalan Utan Kayu 70, Jakarta  Timur, Selasa (7/8). Hadir, Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburokhman dan Ketua ACTA, Krist Ibnu Triwahyudi.

Ibnu mengatakan, ada tiga alasan ACTA mendukung pasangan Prabowo-Somad di Pilpres 2019.


Pertama, UAS sapaan akrab Ustad Abdul Somad adalah sosok ulama pemersatu dan pembawa kesejukan. Ceramah-ceramahnya senantiasa mencerminkan komitmen pada Pancasila, NKRI dan kebhinnekaan.

"Beliau bisa diterima oleh berbagai kelompok serta lapisan masyarakat. Yang lebih penting beliau sosok yang sangat toleran dalam menyikapi berbedaan," ucap Ibnu.

Kedua, latar belakang UAS akan melengkapi Prabowo. Ketum Gerindra itu berlatar belakang militer, sipil, nasionalis, dan berasal dari Jawa. Sementara UAS, sipil, religius, dan dari luar Jawa.

"Dapat dipastikan UAS akan memperluas segmen konstituen Pak Prabowo," terang Ibnu.

Ketiga, UAS adalah sosok generasi milenial yang cerdas, kritis terhadap berbagai hal, serta tidak mau begitu saja menjadi penjilat kekuasaan.

UAS memiliki latar belakang pendidikan berkualitas sehingga pendakwah asal Kota Pekanbaru itu dipastikan akan mampu memberi kontribusi pemikiran kepada Prabowo dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.

"Kami berharap agar pasangan Prabowo-UAS bisa segera dideklarasikan dan didaftarkan ke KPU. ACTA akan membantu pengamanan dari segi legal yuridis dalam pendaftaran dan pemenangan Prabowo-UAS," demikian Ibnu. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya