Berita

Foto/Net

Nusantara

Singapura Sediakan Dana Rp 1,4 M, Australia Siapin Bantuan Lewat PMI

Dukungan Internasional Untuk Korban Gempa Lombok Mengalir
SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 10:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ucapan duka dan dukungan bagi korban gempa Lombok terus berdatangan. Lombok mengalami gempa dengan kekuatan mencapai 7,0 Skala Richter pada Minggu petang (5/7) diikuti ratusan gempa susulan. Sepekan sebelumnya, gempa 6,4 SR mengguncang area yang sama.

 Presiden Singapura Halimah Yacob dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, menyampaikan surat belasungkawa kepada Presixen Joko Widodo. Negeri Merlion itu pun menyampaikan niat memberikan bantuan sebe­sar 100 ribu dolar AS(Rp 1,4 miliar) untuk membantu meringankan korban gempa.

Kementerian Luar Negeri Singapura mencatat, tidak ada warga Singapura yang terluka dalam bencana ini. Kementerian itu juga mengimbau warganya untuk menunda kunjungan mereka ke Lombok pada periode ini terkait gempa yang terjadi dan gempa susulan yang masih terus terjadi.


Untuk warga yang sudah be­rada di Lombok, mereka diminta untuk mengatur kembali per­jalanan mereka dengan mening­galkan pulau itu menggunakan penerbangan komersial. Bandara Internasional Praya, Lombok, tak terpengaruh dengan gempa dan masih melayani penerbangan.

"Kedutaan juga berhubungan dengan pihak berwenang setempat dan akan terus memantau situasi," pernyataan Kemente­rian Luar Negeri Singapura.

Hal senada disampaikan Ma­laysia. Kementerian Luar Negeri Malaysia pun menyampaikan ucapan belasungkawa kepada korban gempa. Malaysia juga menyampaikan saran perjalanan kepada warganya yang ingin mengunjungi Lombok.

Mengenai warganya di sana, Kedutaan Besar Malaysia mengatakan semua warga negara Malaysia yang berada di Lom­bok dan Bali juga dilaporkan dalam keadaan selamat.

Tak ketinggalan, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyampaikan simpati. Pemerintah Australia juga telah menyiapkan bantuan untuk para pengungsi korban gempa Lombok lewat Palang Merah Indonesia.

"Pemerintah Australia sudah menyediakan pasokan bantuan yang dibutuhkan Palang Merah Indonesia," ujar Bishop ketika berkunjung di Annika Linden Center di Denpasar, kemarin.

Australia menyiapkan ma­kanan, air dan bantuan lainnya yang disiagakan di Jawa dan sewaktu-waktu dapat didistri­busikan apabila dibutuhkan.

Hingga saat ini, kata Bishop, belum ada laporan warga negaranya menjadi korban dalam gempa berkekuatan 7 pada Skala Richter itu.

"Kami juga mendorong warga Australia dan warga negara Kanada yang membutuhkan bantu­an, untuk mengontak staf Konjen yang sudah ada di Lombok atau konjen di Bali," ucapnya.

Menurut laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemarin, setidaknya 91 korban tewas, ratusan ribu orang mengungsi, dan ribuan bangunan rusak.

Situs berita asing juga memberi­takan perkembangan gempa Lom­bok dari waktu ke waktu. Media Inggris, Independent, menuliskan gempa Lombok tadi malam yang memicu dikeluarkannya peringa­tan tsunami, meskipun peringatan tersebut kemudian dicabut.

"Ini adalah gempa mematikan kedua dalam sepekan yang melan­da lombok. Pada 29 Juli 2018, 16 orang tewas dan ratusan rumah ru­sak, beberapa di antaranya roboh dan menewaskan orang-orang di dalamnya," tulis Independent.

Japan Times mendeksripsikan bagaimana kepanikan warga dan wisatawan di Lombok dan Bali pascabencana tersebut.

"Video menunjukkan orang-orang berteriak berlari panik dari rumah-rumah di Bali, kendaraan bergoyang-goyang. Di Lombok, tentara dan penyelamat membawa orang-orang terluka di atas tandu ke pusat evakuasi," demikian dilaporkan Japan Times.

Selain itu, media Russia To­day sempat mengutip pernyataan dari seorang saksi yang sedang berlibur di Bali. Wisatawan bernama James itu mengaku merasakan guncangan gempa paling kuat yang pernah dialami semasa hidupnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya