Berita

Zuhair Saleh Muhammad Al Shun/Net

Dunia

Dubes: Presiden Palestina Lakukan Apapun Agar Negara Kami Merdeka

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 01:59 WIB | LAPORAN:

Indonesia memberlakukan bea masuk nol persen bagi produk Kurma dan Virgin Olive Oil atau minyak zaitun murni.

Aturan pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut atas nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Palestina yang ditandatangani oleh Mendag Enggar dan Menteri Ekonomi Nasional Palestina Abeer Obdah pada 12 Desember 2017 lalu.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengapresiasi kebijakan yang diberikan pemerintah Indonesia.


Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu Palestina yang mengalami kesulitan akibat zionis Israel.

Ia menilai langkah ini salah satu langkah Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk tetap bertahan dan merdeka.

"Kesulitan pemerintah Palestina untuk merdeka, karena para pemberontak zionis Israel. Sehingga pimpinan negara Palestina Mahmud Abbas meminta bantuan ke seluruh dunia untuk menjadikan Palestina negara merdeka dari segi apapun," ungkapnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (6/8).

Zuhair berterima kasih kepada Indonesia atas kerjasama yang dibangun melalui penandatangan pengaturan pelaksanaan (implementing arrangement/IA) penghapusan tarif bea masuk nol persen bagi produk kurma dan minyak zaitun murni bersama Menteri Perdagangan Enggartiaso Lukita.

Dokumen IA penghapusan tarif bea masuk merupakan petunjuk teknis pada MoU penghapusan bea masuk nol persen bagi kurma dan minyak zaitun murni dari Palestina ke Indonesia.  

Sebelumnya, proses ratifikasi MoU telah selesai dengan diterbitkannya Perpres Nomor 34 Tahun 2018 tentang pengesahan MoU Palestina pada 11 April lalu.

"Palestina terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan hubungan kedua negara, kami menghargai atas support yang diberikan. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Perdagangan yang selalu melakukan penguatan, khususnya kerja sama agar depannya ikatan pemerintah Indonesia-Palestina dalam bidang perdagangan," tandasnya. [nes]  



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya