Berita

Foto/Net

Nusantara

Gempa Lombok, Relawan SRI Gerak Cepat Berikan Bantuan

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 12:46 WIB | LAPORAN:

Musibah Gempa berkekuatan 7,0 SR yang melanda Lombok, NTB, Minggu (5/8) kemarin, mendapat respon cepat dari relawan Jokowi, Sahabat Rakyat Indonesia (SRI) dengan membangun posko bantuan kemanusiaan SRI di Mataram.

Gerak pembentukan posko bantuan kemanusiaan dan penggalan dana dari internal relawan SRI dikoordinir oleh relawan Sahabat Rakyat Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan memberikan bantuan tanggap darurat seperti air minum, lilin, selimut, tikar, susu, roti dan mie instan kepada korban bencana di lokasi gempa.

Ketua Umum Sahabat Rakyat Indonesia Sukriansyah Latief mengatakan pembentukan posko bantuan dan gerak cepat relawan SRI dengan memberikan bantuan pada korban sebagai bentuk duka mendalam dan empati relawan SRI untuk meringankan beban yang menimpa saudara sebangsa dan setanah air.


"Ini wujud empati kami dari relawan Sahabat Rakyat Indonesia untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Lombok, NTB," ujar Sukriansyah kepada wartawan, Senin (6/8).

Posko Bantuan kemanusiaan Sahabat Rakyat Indonesia NTB saat ini beralamat di jalan Cempaka No.04 Kota Mataram, NTB.

Ia menambahkan bila bantuan ini akan terus digalang dan diberikan langsung oleh relawan Sahabat Rakyat Indonesia. Bantuan sandang maupun pangan menjadi prioritas pertama untuk diberikan kepada korban bencana.

Sementara itu, Ketua SRI wilayah Nusa Tenggara Timur (NTB), Ihwan Ompu mengatakan gerak cepat dan spontan dari relawan  SRI di NTB sebagai bentuk kepedulian serta keprihatinan relawan Sahabat Rakyat Indonesia.

"Kami dari SRI wilayah NTB tempat lokasi bencana tidak ingin larut dalam suasana dan langsung bergerak untuk membantu saudara-saudara kita," ujarnya.

Ihwan menjelaskan gempa bumi yang melanda Lombok tidak bisa ditangani pemerintah semata. Masyarakat juga diimbau untuk peduli dan meringankan derita korban bencana. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya