Berita

Foto: PKPU Human Initiative

Nusantara

Tim Rescue PKPU-HI Tambah Personel Bantuan Di NTB

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 08:40 WIB | LAPORAN:

Tim Rescue PKPU Human Initiative langsung melakukan aksi penanganan darurat, menyusul gempa berkekuatan 7 SR yang melanda Nusatenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) sekitar pukul 18..46 WIB.

Sebelumnya, tim rescue PKPU memang tengah melakukan penanganan dampak gempa berkekuatan 6,4 SR yang melanda NTB pekan lalu.

"Hari ini kami juga menambah personil tim bantuan yang akan bertugas di NTB. Mereka juga membawa beberapa jenis bantuan yang bakal di butuhkan para terdampak gempa," kata Manajer Humas PKPU, Muhammad Sukismo, Senin (6/8).


Menurut Tim Rescue PKPU Human Initiative, gempa yang terjadi telah memberikan dampak yang luas. Hingga Senin dini hari (6/8), pukul 02.30 WIB tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman.

Tim Rescue PKPU Human Initiative yang sudah berada di lokasi terdampak sejak pertama kali peringatan gempa bumi terdengar, khususnya di wilayah Tanjung Lombok Utara, segera melakukan tindakan darurat.

Mereka berkoordinasi dengan relawan setempat dan pihak lainnya untuk melakukan assessment kerusakan di lokasi terdampak, serta melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi.

“Sejak malam tadi, kami terus melakukan penyisiran dan membantu evakuasi korban terdampak. Sementara ini, kami juga membuka beberapa posko untuk penanganan darurat,” terang salah satu tim Rescue PKPU HI, Subur Rohjinawi dalam laporannya, Senin (6/8).

Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala aktivitas di lapangan.

 â€œEvakuasi korban gempa bumi dilokasi saat ini terkendala minimnya pencahayaan. Namun kami terus bergerak untuk mengatisipasi kemungkinan korban yang belum terselamatkan,” ungkap Subur.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. Sementara kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya. [wid/***]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya