Berita

Foto: Kedutaan Venezuela untuk RI

Dunia

Venezuela Bertekad Seret Pelaku Serangan Maduro Ke Pengadilan

MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 | 12:27 WIB | LAPORAN:

Upaya pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro tidak kompatibel dengan budaya politik Venezuela.

Demikian ditegaskan Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Gladys Urbaneza mengecam serangan 'drone' terhadap Maduro yang tengah berpidato dalam acara militer di Caracas, pagi tadi (Minggu, 5/8) atau Sabtu sore waktu setempat.

"Metode pembunuhan dan pembunuhan politik tidak kompatibel dengan budaya politik Venezuela. Dari Kolombia, mereka memperkenalkan fenomena Venezuela yang tidak sesuai dengan sifat kita, seperti pembakaran orang, pembunuh bayaran dan sekarang pembunuhan dan pembunuhan politik,"  tegas Gladys melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, beberapa saat lalu.


Sebelumnya, lanjut Gladys, Venezuela telah membongkar semua konspirasi yang diorganisir Kolombia, dan memperingatkan kepada anggota keamanan untuk bersiaga khususnya di perbatasan.

Bagi Venezuela, serangan terhadap Maduro pagi tadi tergolong kejam dan melampaui batas.

"Kami telah menuntut dari Kantor Kejaksaan penyelidikan menyeluruh yang pada akhirnya mengklarifikasi fakta. Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela dan Presidennya lebih bertekad untuk mengikuti jalan perdamaian, hukum, dan Konstitusi. Ini adalah jalan Revolusi Bolivarian," imbuhnya.

Tak hanya itu, masih kata Gladys, untuk mengusut hal ini, Venezuela mengharapkan kolaborasi dari pemerintah dunia khususnya Presiden Donald Trump, untuk membantu memerangi kelompok-kelompok yang mempraktikkan terorisme dan yang juga terdaftar di Amerika Serikat.

Ia curiga serangan Maduro untuk menghentikan Venezuela dalam menerapkan langkah-langkah baru untuk pemulihan ekonomi negaranya yang akan diterapkan pada 20 Agustus 2018 mendatang.

"Langkah-langkah ini adalah respon efektif terhadap krisis negara dan akan membawa stabilitas, ketenangan dan kemakmuran bagi semua warga negara (Venezuela)," terangnya.

Ia memastikan, negaranya menjamin penyelidikan tidak memihak dan  berkeadilan, serta hukuman maksimal bagi mereka yang bertanggung jawab.

"Kami akan mengejar mereka sejauh yang diperlukan dan membawa mereka ke pengadilan. Fakta-fakta ini menegaskan kembali dalam pemerintahan revolusioner dalam keyakinan bahwa Venezuela berada di jalur yang benar," tukasnya.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya