Berita

Prabowo-Rizal/Net

Politik

Gerindra: Sangat Mungkin Rizal Ramli Mendampingi Prabowo

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 | 15:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pilpres 2019 terbilang unik. Penentuan siapa cawapres lebih banyak didiskusikan ketimbang capres.

Posisi cawapres lebih ditunggu. Masih menjadi teka-teki bagi dua kandidat kuat yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Parpol koalisi pendukung Prabowo sampai saat ini masih belum memastikan siapa kandidat cawapres. Namun, Wasekjen Partai Gerindra, Taufik Riyadi memiliki pandangan yang lain terkait hal ini.


Kata Taufik, sangat mungkin jika Prabowo memilih figur di luar empat nama yang ramai diperbincangkan. Salah satu nama yang sangat mungkin dipilih adalah ekonom senior DR. Rizal Ramli.

"Sangat mungkin jika Rizal Ramli dipilih sebagai cawapres karena ada tarik-menarik yang kuat di antara sesama parpol koalisi," ujar Taufik Riyadi, Sabtu (4/8).

Adapun sosok RR sapaan akrab mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB itu, dinilai sangat memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk mendampingi Prabowo di pilpres tahun depan.

"Tantangan kita ke depan itu kan masalah ekonomi, jadi bisa saja dia (Rizal Ramli)," tambah Taufik Riyadi.

Soal komunikasi dan chemistry, antara Prabowo dan Rizal tidak ada masalah. Mereka adalah sahabat lama.

"Sejauh ini komunikasi antara Pak Prabowo dan Pak Rizal Ramli cukup intens, salah satunya melalui Bu Rahchmawati Soekarnoputri," tutup Taufik Riyadi. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya