Berita

M. Romahurmuziy/RMOL

Politik

ISNU: Gus Rommy Trah Biru NU Dan Teknokrat

JUMAT, 03 AGUSTUS 2018 | 18:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Nahdlatul Ulama mempunyai banyak sosok yang berpotensi menjadi calon wakil presiden pendamping petahana Joko Widodo, salah satunya ada Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy.

Dari sisi ke-NU-an, Gus Rommy tidak perlu diragukan lagi. Selain berasal dari trah biru NU, dia juga mempunyai kemampuan keislaman yang mumpuni.

"PPP itu NU. Kedua orang tua Gus Rommy itu NU. Ayahnya seorang gurubesar ilmu hukum. Kakeknya orang NU kelas nasional. Dan ia keturunan KH. Wahab Hasbullah yang juga salah satu pendiri NU," kata Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU) Jawa Timur, Mas'ud Sa'id dalam keterangannya, Jumat (3/8).


Gurubesar Unisma Malang ini juga mengakui bahwa Gus Rommy memiliki kemampuan di bidang keislaman yang ulung. Dia sudah akrab dengan kitab-kitab yang banyak dibaca oleh kalangan NU.

"Ngajinya kuat. Penguasaan kitabnya bagus," tambah Mas'ud.

Namun untuk mengurus negara, menurut Mas’ud, tidak cukup dengan pandai membaca kitab. Beruntungnya, Gus Rommy menurutnya juga mempunyai kemampuan teknokrasi. Dia mempunyai analitik dan problem solver.

"Dalam mengurus negara perlu kemampuan dalam memutuskan masalah dengan cepat dan tepat. Itu ia bisa kuasai walaupun usianya paling muda diantara nama bakal cawapres yang saat ini disebutkan," jelas Mas'ud.

Saat ini yang menjadi tantangan Gus Rommy untuk menjadi cawapres Jokowi adalah restu dari partai pendukung lainnya. Karena bagaimanapun, semua partai harus sepakat pada nama yang akan dipilih Jokowi sebagai cawapres.

"Gus Rommy mempunyai kedekatan yang luar biasa dengan Jokowi, karena dari beberapa syarat, akhirnya yang yang menetukan adalah presiden itu sendiri yang tentunya dengan mempertimbangkan beberapa aspek," demikian Mas'ud. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya