Berita

Suryo Prabowo/Net

Bisnis

Ekonomi Bocor, Tokoh Militer: Bukankah Jokowi Sudah Diingatkan Prabowo

JUMAT, 03 AGUSTUS 2018 | 14:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh militer Letjen TNI (Purn), Johannes Suryo Prabowo sebal dengan pernyataan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, terkait kebocoran ekonomi Indonesia.

"Bukankah Pak @jokowi di tahun 2014 udah diingatkan @prabowo kalau anggaran kita ini banyak yang bocor, bocor, bocor!!!!! dimana-mana.....," ujar Suryo Prabowo di akun Facebook dan Twitter miliknya dengan emoticon sebal, Jumat (3/8).

Debat calon presiden 2014 lalu, Prabowo telah mengingatkan mengenai kebocoran di bidang ekonomi. Hasil sumber daya alam (SDA) Indonesia sebagian besar mengalir ke luar negeri. Sehingga, bangsa ini hanya merasakan sedikit hasil kekayaan alam.


Menko Perekonomian, Darmin Nasution pada acara Business Lunch With JK di Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan, Indonesia saat ini mengalami kebocoran ekonomi akibat Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang diparkir di luar negeri.

Mengutip data Bank Indonesia (BI), Darmin menyebutkan eksportir membawa 80 hingga 81 persen DHE yang diterimanya kembali ke Indonesia.

Dia menjelaskan, rendahnya simpanan (saving) masyarakat Indonesia bukan karena korupsi atau pengeluaran yang terlalu boros, melainkan serapan devisa yang belum maksimal.

"Salah satu sumber utama saving rendah karena ada kebocoran ekonomi kita. Dalam kaidah ekonomi, kalau devisanya tidak masuk, itu bocor namanya," ujar Darmin seperti banyak diberitakan.

Darmin menjelaskan, kebergantungan pada dana asing merupakan satu kelemahan fundamental ekonomi yang patut diwaspadai. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya