Berita

SBY/RMOL

Politik

SBY Khianati Rakyat Jika Tidak Perjuangkan AHY

SELASA, 31 JULI 2018 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkhianati kehendak rakyat jika tidak memperjuangkan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat yang juga putranya, Agus Harimurti Yudhoyono.

"AHY 40 tahun. Lulusan terbaik SD sampai Akmil. Punya pengalaman memimpin di tentara bahkan ikut menjaga ketertiban dunia di Lebanon. Menjadi kader Demokrat dengan elektabilitas tertinggi di wapres. Kalau SBY tidak berjuang untuk AHY sama juga khianati kehendak rakyat," tulis politisi Demokrat, Andi Arief si akun Twitter, Selasa (31/7).

Jelas Andi Arief, apa yang dilakukan SBY dan Demokrat sama dengan apa yang diperjuangkan oleh PDIP dan Partai Gerindra.


"Kalau PDIP tak memperjuangkan Jokowi jasi capres, kalau Gerindra tak perjuangkan Prabowo jadi capres, kalau Demokrat tak memperjuangkan AHY jadi cawapres, maka ketiga partai ini mengkhianati apa yang sudah diinginkan rakyat yang direkam survei," tuturnya.

Dan kalau boleh dilihat ke belakang, PAN, PKB dan PPP ikut andil mendorong AHY terjun ke politik praktis.

"Bukan hanya Demokrat yang akan dianggap mengkhianati rakyat kalau mengabaikan AHY yang kini melesat elektabilitasnya. Tapi juga PAN, PKB dan PPP yang sudah membuka pintu masuk AHY ke politik sipil Pilkada DKI 2017," ucapnya.

"Mari mencoba menerima kenyataan, apalagi kita sangat percaya bahwa sejarah akan menunjuk orang yang tepat," demikian Andi Arief menambahkan. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya