Berita

Ketua MPR Dukung Rekor Senam Poco-poco Terbesar Di Dunia

SENIN, 30 JULI 2018 | 10:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Lapangan Sepakbola, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin pagi (30/7), penuh dengan 1.300 anggota Dharma Wanita. Para anggota Dharma Wanita yang berpakaian kaos merah bergambar burung garuda dan bercelana panjang sport putih itu datang dari berbagai kementerian, lembaga negara, dan Pemprov DKI Jakarta.

Mereka berada di sana untuk latihan bersama senam poco-poco dan pelepasan Kontingen Dharma Wanita sebagai partisipan senam poco-poco massal. Kegiatan itu dilakukan untuk menyambut Asian Games XVIII Tahun 2018 di Jakarta dan Palembang, serta untuk memecahkan rekor tari poco-poco terbesar di dunia yang akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2018. Terbesar di dunia sebab nanti akan diikuti oleh 65.000 peserta.

Untuk memberi semangat dan dukungan pada acara itu, hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan. Terkait acara itu, Zulkifli memberi apresiasi.


"Saya ucapkan terima kasih kepada Dharma Wanita yang telah menyelenggarakan acara inim," ujar Zulkifli dalam keterangan Humas MPR.

Sebagai kegiatan yang akan memecahkan rekor tari poco-poco terbesar di dunia, pria asal Lampung itu juga mendukungnya.

"Saya dukung penuh karena tari poco-poco khas Indonesia," ungkapnya.

Bagi Zulkifli kegiatan itu bukan hanya sekadar untuk berolahraga namun juga dalam rangka ikut mensukseskan pelaksanaan Asian Games. Diharapkan Indonesia dalam acara olahraga terbesar di Asia itu tak hanya sekadar menjadi tuan rumah namun juga bisa menjadi juara.

"Semoga sukses," harapnya.

Pentingnya olahraga, lewat senam poco-poco, juga disampaikan oleh mantan Menteri Kehutanan dalam kesempatan itu. Menurutnya dalam olahraga kita akan mencegah penyakit yang datang. Mencegah disebut lebih baik daripada mengobati.

"Bertindak mencegah itu perbuatan produktif, sedang mengobati itu memakan biaya yang mahal," tuturnya.

Dirinya bangga MPR dipilih sebagai tuan rumah latihan bersama dan pelepasan Kontingen Dharma Wanita. Kepada anggota Dharma Wanita yang datang dari institusi yang lain, Zulkifli mengatakan selamat datang kepada mereka.

"Ini MPR tempat menjaga persatuan bangsa," ungkapnya. Baginya bangsa ini terdiri dari berbagai macam suku, agama, asal usul, bahasa, bahkan beda pilihan politik.

Menanggapi hal yang demikian, dirinya mengajak kepada semua untuk menjaga persatuan. "Kita boleh berbeda namun merah-putih kita sama. Kita tetap satu, NKRI," tegasnya.

Kepada para anggota Dharma Wanita, Zulkifli berharap agar mereka ikut menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya