Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dikeluhkan warga Jakarta Utara. Pengurus RW 01 Kelurahan Semper Barat, Cilincing Dali Mahdali menyampaikan keluhan dan permohonan informasi lebih lanjut terkait PTSL melalui surat ke Presiden Joko Widodo.
Dalam suratnya, Dali menyampaikan sudah mengumpulkan dokumen pemohon PTSL sebanyak 221 bidang tanah. Namun, dia menganggap Badan Pertanahan Nasional Jakut sangat minim dalam menyampaikan informasi maupun tahapan-tahapannya.
"Dengan ini kami mohon informasi lanjut, mengingat BPN Jakarta Utara baru mendistribusikan informasi sangat minim. Tanpa tahapan berkas, kronologis, percepatan waktu dan lain-lain," katanya melalui pesan elektronik, Kamis (26/7).
Menurut Dali, program PTSL di wilayahnya justru dapat membenturkan antara pengurus RW 01 Semper Barat dengan warga. Karena BPN Jakut tidak dapat memberikan informasi lebih jelas dan lengkap.
"Kami selaku ketua RW 01 merasa dibodohi oleh BPN Jakarta Utara dan dibenturkan dengan para pemohon karena sejak Maret hingga Juli 2018 tidak ada kejelasan yang dapat meredam gejolak warga. Jika akhir bulan Juli belum juga ada informasi lanjut maka selanjutnya berkas yang ada akan kami kembalikan ke pemohon," papar Dali seperti yang ditulisnya dalam surat bernomor 012/SP/01-SB/VII/2018 terkait permohonan informasi lanjut tertanggal 19 Juli 2018.
Sementara itu, Kepala BPN Jakut Isnaedi saat diminta penjelasannya belum menjawab. Isnaedi yang baru menjabat sekitar empat bulan itu tidak bisa dihubungi melalui telpon selulernya.
[wah]