Berita

Prabowo-Rizal/Net

Politik

Abaikan Daur Ulang Isu HAM, Prabowo Subianto Disarankan Gandeng Rizal Ramli

KAMIS, 26 JULI 2018 | 12:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diminta untuk mengabaikan isu HAM daur ulang yang dipakai untuk menyerangnya setiap pemilihan presiden.

"Fokus saja kepada masalah ekonomi, yang lebih menyangkut perut rakyat yang juga hak asasi rakyat. Karena faktanya, beberapa hari lalu masih terdapat pemberitaan tentang nyawa anak-anak Indonesia yang melayang karena kelaparan di Maluku Tengah," kata pengamat ekonomi politik dari New Indonesia Foundation, Reinhard, Kamis (26/7).

Sejak kemarin (Rabu, 25/7), media nasional ramai memberitakan tentang dokumen-dokumen rahasia AS yang dirilis ke publik oleh lembaga Arsip Keamanan Nasional (NSA). Dokumen-dokumen ini mengemukakan berbagai jenis laporan pada periode Agustus 1997 sampai Mei 1999. Salah satunya mengungkapkan bahwa Prabowo disebut memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pada 1998.


Menurut Reinhard, kelemahan ekonomi rezim Joko Widodo, yang terlalu fokus kepada infrastruktur tanpa memperhatikan aspek ekonomi yang lain seperti moneter dan fiskal, telah semakin nyata.

Ini terlihat dari nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang tembus di angka Rp 14.500/USD, meskipun Bank Indonesia telah menguras devisa sebesar Rp 150 triliun sejak 2018. Bank Indonesia juga mengakui bahwa defisit transaksi berjalan tahun 2018 akan lebih besar dari 2017, mencapai di atas USD 25 miliar, yang akan makin melemahkan nilai mata uang rupiah. Pada gilirannya pelemahan rupiah akan menaikkan sebagian besar harga pangan yang masih diimpor.

"Sementara, pertumbuhan ekonomi yang stagnan 5 persen, bahkan diperkirakan akan lebih rendah di akhir tahun, terbukti tidak cukup untuk mengangkat rakyat Indonesia dari kemiskinan. Hingga, pada sudut yang ekstrim, muncullah tragedi kemanusiaan di Maluku Tengah beberapa hari lalu: Rakyat mati kelaparan!," lanjut Reinhard.

Karena itulah, sebagai analis, Reinhard menyarankan agar Prabowo memilih pasangan di Pilpres 2019, sosok yang dapat membantunya mengangkat ekonomi Indonesia jauh lebih tinggi dari saat ini untuk berikan kemakmuran bagi rakyat.

Agar tidak terjadi lagi kelaparan dan kasus kemanusiaan lain yang diakibatkan oleh kemiskinan struktural, Prabowo disarankan menggandeng ekonom senior DR. Rizal Ramli.

"Rizal Ramli jelas memiliki strategi untuk menjawab masalah ekonomi yang ada. Program Rizal Ramli yang sudah beredar di publik, seperti menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen (dua kali lipat saat ini) dan mengubah struktur ekonomi yang timpang (dari gelas anggur ke pyramid), saya rasa adalah jawaban mendasar bagi seluruh masalah ekonomi yang berkembang dewasa ini," demikian Reinhard. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya