Berita

Nasarudin Umar/Net

Ormas Islam & Kelompok Radikal (12)

Masjid Sebagai Rumah Kemanusiaan

KAMIS, 26 JULI 2018 | 10:33 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

MUNGKIN kita semua per­nah traveling dengan mobil, tiba-tiba kita terdesak un­tuk buang air. Kita meminta supir untuk mencari Pom Bensin, Masjid, atau rumah ibadah. Supir tentu sudah tahu maksudnya kalau ada orang mau buang hajat. Kita sering melihat orang menumpang tidur di serambi rumah ibadah untuk menunggu pagi, mungkin ia baru masuk kota dan tanggung check-in di hotel hanya untuk beberapa jam. Kita sering menyaksikan orang melangsungkan akad nikah, doa selamatan, walimatus safar di masjid karena mungkin rumahnya terbatas un­tuk menampung tamu lebih banyak. Rumah-ru­mah ibadah paling sering menampung korban banjir, korban kebakaran, dan gempa bumi lain­nya. Masjid juga sering digunakan untuk acara ta’ziah dan menyalati jenazah yang alamat ru­mahnya sempit untuk dijangkau.

Kehadiran rumah-rumah ibadah di dalam masyarakat kita semakin fungsional. Bukan hanya untuk pelaksanaan ibadah ritual tetapi juga untuk acara-acara yang bertema kema­nusiaan. Perkembangan positifnya, masjid dan mushalla sekarang sudah semakin sering dikunjungi oleh penganut agama-agama lain dengan tujuan seperti tadi. Gereja-gereja dan rumah ibadah lainnya juga sudah semakin ser­ing dikunjungi umat Islam dan kelompok agama lain untuk menghadiri interfaith dialog, pengan­tinan, dan acara-acara sosial keagamaan lain­nya. Sudah di jalan yang benar, rumah-rumah ibadah berfungsi sebagai rumah kemanusiaan.

Khusus untuk masjid dan mushalla, sejak awal memang dimaksudkan sebagai multigu­na. Masjid Nabi sekaligus sebagai tempat untuk menerima tamu-tamu. Baik tamu sahabat Nabi dari dalam Kota Madinah maupun tamu-tamu dari luar negeri. Di dalam kompleks masjid ada namanya ahlus shuffah, di mana sejumlah sa­habat Nabi, sebutlah pegawai harian Nabi sep­erti Abu Hurairah, yang tinggal di tempat itu. Ada juga tempat khusus diperuntukkan kepada tamu-tamu yang datang dari jauh. Keperluan hidup dijamin di masjid untuk beberapa hari la­manya.


Kompleks masjid Nabi bukan hanya untuk umat Islam tetapi juga tamu-tamu lain non-mus­lim. Banyak sekali hadis dan sejarahnya, Nabi menerima rombongan tamu-tamu non-muslim diterima di masjid Nabi. Jelas mereka itu tidak dianggap najis oleh Rasulullah Saw. Bahkan Al- Qur’an menyebutkan anak cucu Adam adalah makhluk mulia dan harus dimuliakan, karena Allah pun memuliakan mereka, sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur’an: "Dan sesung­guhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam." (Q.S. Al-Isra’/17:70).

Suatu ketika ada tamu dari pedalaman singgah di masjid Nabi. Tiba-tiba pemuda itu menghadap ke tembok sambil kencing di da­lam masjid nabi. Terang saja seluruh sahabat marah. Salah seorang di antaranya mencabut pedang untuk membunuhnya. Namun Nabi mencegah sahabatnya melakukan kekeras­an di dalam masjid. Nabi menasehati, orang-orang pedalaman, seperti pemuda itu, mungkin menganggap hal itu wajar di kampungnya dan kalian tentu sebaliknya memandangnya tidak wajar. Nabi lalu meminta sahabatnya agar men­imbun kencing pemuda itu dengan pasir, kare­na masjid Nabi ketika itu masih beralaskan pa­sir. Poin yang bisa diambil dari pengalaman ini, masjid adalah rumah kemanusiaan. Sekalipun manusia yang berlaku seperti binatang, seba­gaimana dipraktekkan pemuda itu, tetap Nabi menganggapnya sebagai manusia. Perlu waktu dan kesabaran untuk memanusiakan manusia.

Belajar dari pengalaman masjid Nabi dan pengalaman masjid-masjid di Indonesia, maka masjid terbukti sebuah bangunan yang bukan hanya diperuntukkan sebagai tempat untuk ruku dan sujud atau rumah ketuhanan tetapi juga rumah kemanusiaan, di mana berbagai hajat dan kebutuhan sehari-hari dapat dilak­sanakan di masjid, tentu dengan hal-hal yang sejalan dengan esensi ajaran agama.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya