Berita

Foto/Net

Dunia

Bom Bunuh Diri Guncang TPS Pakistan, 30 Tewas

Pemilu Berdarah-darah
KAMIS, 26 JULI 2018 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilu Pakistan kelabu. Aksi bom bunuh diri mewarnai pesta demokrasi itu. Ledakan terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) kota Quetta, Provinsi Balochistan, kemarin. Tiga puluh orang tewas dan 35 terluka.

 Kemarin, lebih dari 100 juta warga Pakistan memberikan su­ara dalam pemilu memilih wakil Majelis Nasional.

"(Pengebom) berusaha me­masuki tempat pemungutan suara. Ketika polisi berusaha menghentikannya, dia meledak­kan diri," kata seorang pejabat pemerintah setempat, Hashim Ghilzai, kepada AFP.


Juru bicara RS Sandeman Quetta Dr Wasim Baig menjelas­kan, awalnya polisi mengatakan 28 orang tewas. Namun, dua orang lagi meninggal dunia karena luka mereka terlalu parah.

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri itu. Balochistan merupakan provinsi termiskin dan paling bergolak di Pakistan. Wilayah ini juga menjadi medan per­lawanan para gerilyawan dan separatis.

Kejadian ini bikin miris sebab, tampak aparat Pakistan tak ber­daya. Militer menerjunkan lebih dari 370.000 personel, didukung 450.000 polisi mengamankan pemilu. TPS dibuka sampai pu­kul 18.00 waktu setempat.

Wilayah itu dilanda beberapa kasus pengeboman saat kampa­nye pemilu, termasuk ledakan menewaskan 153 orang yang juga diklaim didalangi ISIS pada bulan ini. Serangan itu meru­pakan bom bunuh diri paling mematikan di Pakistan.

Selain Quetta, ledakan bom dan bentrokan antara pendukung partai juga terjadi di tempat lain. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan membuat be­berapa lainnya luka-luka.

Sebelum masuk masa pemili­han, penipuan hingga kekerasan terus membayangi masa-masa kampanye. Pemilu dilakukan untuk memilih Perdana Menteri Pakistan selanjutnya. Bekas kapten kriket Pakistan Imran Khan diprediksi menang. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya