Hembusan angin membuat kibaran api meluas di Yunani. Setidaknya 74 orang dikabarÂkan tewas hingga kemarin. Hampir 200 lainnya mengaÂlami luka bakar dan dirawat akibat menghirup asap. KorÂban jiwa dikhawatirkan akan bertambah.
Kebakaran hutan yang terjadi sejak Senin (23/7) ini mengÂhanguskan rumah-rumah dan hutan-hutan, hingga memaksa warga menyelamatkan diri ke laut. Anak-anak diberikan masker oksigen agar tidak banyak menghirup asap tebal akibat kebakaran hutan.
"Hari ini, Yunani berkaÂbung," kata Perdana Menteri Alexis Tsipras yang menguÂmumkan masa berkabung naÂsional selama tiga hari hingga Jumat (27/7).
Media-media Yunani menyeÂbut bencana ini sebagai "tragedi nasional." Kebakaran ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam abad ini. Sebagian besar korban yang meninggal terjebak di resort Mati, 40 kilometer sebelah timur laut Athena, dan meninggal di rumah atau mobil mereka.
Menteri Dalam Negeri Panos Skourletis mengatakan, prioritas saat ini adalah memadamkan api yang masih berkobar di KiÂneta, sekitar 50 kilometer dari Athena.
Pemerintah Yunani masih mengharapkan bantuan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa berupa pesawat yang bisa memadamkan api dengan cepat.
"Pasukan pemadam kebaÂkaran kami sudah kewalahan. Ini sudah tiga hari, kami butuh bantuan," pungkas Skourletis.
Terkait bencana ini, Duta Besar Indonesia untuk Yunani Ferry Adamhar dan pejabat KBRI Athena Fungsi Konsuler FX Widiyarso mendatangi lokasi kejadian pada Selasa (24/7) untuk memastikan ada atau tidaknya warga negara IndoneÂsia yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut.
Dalam siaran pers KBRI Athena, kemarin, dikeluarkan imÂbauan kepada WNI di Athena untuk berhati-hati dan menjauh dari lokasi kebakaran hutan. Berdasarkan data KBRI Athena, jumlah WNI yang ada di Yunani mencapai 1.300 orang.
KBRI Athena membuka hotline 24 jam terkait tindak lanjut atas musibah ini, di nomor +306946460015 untuk panggiÂlan telepon, pesan Whatsapp dan pesan singkat. ***