Berita

Foto/Net

Dunia

Korban Tewas 74 Orang, Yunani Berkabung Tiga Hari

Kebakaran Hutan
KAMIS, 26 JULI 2018 | 08:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hembusan angin membuat kibaran api meluas di Yunani. Setidaknya 74 orang dikabar­kan tewas hingga kemarin. Hampir 200 lainnya menga­lami luka bakar dan dirawat akibat menghirup asap. Kor­ban jiwa dikhawatirkan akan bertambah.

Kebakaran hutan yang terjadi sejak Senin (23/7) ini meng­hanguskan rumah-rumah dan hutan-hutan, hingga memaksa warga menyelamatkan diri ke laut. Anak-anak diberikan masker oksigen agar tidak banyak menghirup asap tebal akibat kebakaran hutan.

"Hari ini, Yunani berka­bung," kata Perdana Menteri Alexis Tsipras yang mengu­mumkan masa berkabung na­sional selama tiga hari hingga Jumat (27/7).


Media-media Yunani menye­but bencana ini sebagai "tragedi nasional." Kebakaran ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam abad ini. Sebagian besar korban yang meninggal terjebak di resort Mati, 40 kilometer sebelah timur laut Athena, dan meninggal di rumah atau mobil mereka.

Menteri Dalam Negeri Panos Skourletis mengatakan, prioritas saat ini adalah memadamkan api yang masih berkobar di Ki­neta, sekitar 50 kilometer dari Athena.

Pemerintah Yunani masih mengharapkan bantuan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa berupa pesawat yang bisa memadamkan api dengan cepat.

"Pasukan pemadam keba­karan kami sudah kewalahan. Ini sudah tiga hari, kami butuh bantuan," pungkas Skourletis.

Terkait bencana ini, Duta Besar Indonesia untuk Yunani Ferry Adamhar dan pejabat KBRI Athena Fungsi Konsuler FX Widiyarso mendatangi lokasi kejadian pada Selasa (24/7) untuk memastikan ada atau tidaknya warga negara Indone­sia yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut.

Dalam siaran pers KBRI Athena, kemarin, dikeluarkan im­bauan kepada WNI di Athena untuk berhati-hati dan menjauh dari lokasi kebakaran hutan. Berdasarkan data KBRI Athena, jumlah WNI yang ada di Yunani mencapai 1.300 orang.

KBRI Athena membuka hotline 24 jam terkait tindak lanjut atas musibah ini, di nomor +306946460015 untuk panggi­lan telepon, pesan Whatsapp dan pesan singkat. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya